IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, Uji Level 6.300

  • 24 Sep 2026 08:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG hari ini berpotensi bergerak level 6.300–6.400. Jika IHSG menembus level 6.300, maka IHSG akan terkoreksi dan kembali uji level 6.200-6.270
  • Pelaku pasar menyebut keputusan BI mempertahankan suku bunga di bulan September sesuai perkiraan
  • Kebijakan suku bunga tinggi sebagai upaya menarik aliran masuk modal asing. Disamping untuk memperkuat nilai tukar rupiah

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko terkoreksi dalam perdagangan hari ini. Setelah pada penutupan Rabu kemarin, IHSG ditutup menguat signifikan 1,56 persen pada level 6.374,91.

"Secara teknikal, IHSG hari ini berpotensi bergerak level 6.300–6.400. Jika IHSG menembus level 6.300, maka IHSG akan terkoreksi dan kembali uji level 6.200-6.270," kata Tim Analis Pasar Modal dari Phintraco Sekuritas, Kamis, 24 September 2026.

Tim Phintraco menyebut keputusan BI mempertahankan suku bunga di bulan September sesuai perkiraan. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Rabu kemarin, mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen.

"Keputusan tersebut menggarisbawahi kekhawatiran bank sentral mengenai stabilitas rupiah, seiring dengan pergerakan rupiah yang cenderung stabil. Sekaligus tetap menjaga inflasi dalam kisaran target serta mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar Tim Phintraco.

Sebelumnya Bank Indonesia telah menaikkan BI Rate sebesar total 100 basis poin (BPS) selama bulan Mei dan Juni. Suku bunga telah mencapai level tertinggi sejak April 2025.

"Kebijakan suku bunga tinggi sebagai upaya menarik aliran masuk modal asing. Disamping untuk memperkuat nilai tukar rupiah," ucap Tim Phintraco.

Sementara itu, pertumbuhan kredit di Indonesia meningkat 13,36 persen secara tahunan pada Agustus 2026. Perkembangan pertumbuhan kredit bulan Agustus, merupakan laju terkuat sejak Agustus 2014.

Tren pertumbuhan kredit yang positif, menurut Tim Phintraco, didukung oleh optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) BI. Insentif yang telah disalurkan mencapai Rp461.2 triliun pada awal September.

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), sampai Rabu kemarin masih diwarnai aksi jual saham oleh investor asing. Net sell asing tercatat sebesar 468,26 miliar.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, TLKM, ISAT dan ADRO. Saham sektor bahan baku (basic material) naik paling kuat sebesar 3,47 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....