IHSG Diprakirakan Melemah, Ketahui Penyebabnya

  • 27 Jul 2026 08:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari ini, IHSG masih berpotensi melemah untuk menguji level 6.000-6.100 disebabkan sejumlah sentimen negatif
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dari jabatannya
  • Di dalam negeri, investor juga akan mencermati laporan keuangan emiten triwulan II serta aksi korporasi mereka

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan melemah dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Pada akhir pekan kemarin IHSG ditutup turun tajam 1,88 persen ke level 6.196.

"Hari ini, IHSG masih berpotensi melemah untuk menguji level 6.000-6.100. Penyebabnya sejumlah sentimen negatif termasuk konflik AS-Iran yang memanas, harga minyak yang kembali menguat, serta tarif tambahan dari AS," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Senin, 27 Juli 2026.

Sementara itu, pagi ini Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dari jabatannya. Pengunduran diri Perry disebut karena alasan pribadi.

"Secara administratif tentu hari ini akan kami tindaklanjuti berkenaan dengan surat pengunduran diri tersebut. Karena sesuai mekanisme, maka akan diterbitkanlah keputusan presiden berkaitan dengan pemberhentian beliau secara hormat," kata Mensesneg Prasetyo.

Untuk selanjutnya sesuai dengan Undang-Undang BI, jabatan Gubernur Bank Indonesia akan secara otomatis dijabat oleh Deputi Gubernur Senior. "Di dalam catatan yang dimaksud Deputi Gubernur Senior adalah Ibu Destry Damayanti," ucap Prasetyo.

Sentimen pasar hari ini masih akan dipengaruhi perkembangan konflik Timur Tengah dan tarif baru impor yang dikenakan AS. 'Namun hanya beberapa jam tarif tersebut diberlakukan, sudah mendapatkan gugatan hukum dari dua usaha kecil," ujar Tim Phintraco.

Investor juga akan mencermati pertemuan the Fed dan data ekonomi AS. Diantaranya data pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 dan data indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE).

Di dalam negeri, investor akan mencermati laporan keuangan emiten triwulan II serta aksi korporasi mereka. Selain juga mencermati perkembangan geopolitik dan data ekonomi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....