Analis Perkirakan IHSG Masih Akan Terkonsolidasi pada Rentang 5.960-6.125

  • 15 Jul 2026 07:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dari sisi teknikal, IHSG berpeluang terkonsolidasi pada rentang 5.950-6.125 pada perdagangan Rabu 15 Juli 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan terkonsolidasi pada perdagangan Rabu 15 Juli 2026. Pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya, IHSG naik tipis 0,03 persen ke level 6.039.

Meski begitu, aliran keluar modal asing masih terjadi di bursa. Net sell (jual bersih) oleh investor asing tercatat mencapai Rp885,58 miliar.

Saham-saham yang banyak dijual asing dari sektor finansial di antaranya BBRI, BMRI dan BBCA. Sedangkan dari non finansial di antaranya ASII dan AMMN.

“Dari sisi teknikal, IHSG berpeluang terkonsolidasi pada rentang level 5.950-6.125,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas. Para investor masih mencermati sejumlah isu di dalam negeri, seperti kajian S&P tentang kondisi fiskal Indonesia.

“S&P memproyeksikan defisit APBN mencapai 2,9 persen terhadap PDB pada 2026 dan 2027,” Tim Phintraco. Sedangkan rasio utang pemerintah diperkirakan berada pada level 40,6 persen dari PDB pada 2026.

Pada 2027, lembaga rating internasional itu memproyeksikan rasio utang pemerintah akan naik lagi hingga 40.7 persen dari PDB. S&P juga memperkirakan pemerintah akan memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Rp300 triliun menjadi sekitar Rp100 triliun.

Pemangkasan kemungkinan berasal dari penyesuaian parameter program, peningkatan efisiensi dan penguatan pengawasan. “S&P menilai hal tersebut diperlukan untuk menjaga defisit APBN di bawah 3 persen,” katanya.

Tim Phintraco juga mencermati penambahan kriteria baru penetapan konsentrasi kepemilikan saham tinggi (HSC) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). “BEI akan menyaring saham-saham yang mengalami perubahan harga secara signifikan, tetapi tidak didukung aktivitas transaksi yang memadai,” katanya.

Dari sisi eksternal, pelaku pasar mencermati tingkat inflasi Amerika Serikat (AS) per Juni 2026 yang lebih rendah dari perkiraan. Hal ini menurunkan ekspektasi terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed pada akhir bulan ini.

Inflasi AS pada Juni 2026 mencapai 3,5 persen secara tahunan, turun dari 4,2 persen pada bulan sebelumnya. Sedangkan inflasi inti tercatat sebesar 2,6 persen pada Juni 2026, turun dari 2,9 persen pada bula sebelumnya.

Sementara itu Presiden AS, Donald Trump, membatalkan tuntutannya agar kapal membayar biaya perlindungan untuk melintasi Selat Hormuz. Selanjutnya, para investor menantikan rilis data terkait tingkat pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....