Tensi Geopolitik Timur Tengah Makin Panas, Tekanan terhadap Rupiah Berlanjut

  • 14 Jul 2026 09:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nilai tukar rupiah diprakirakan masih akan melemah pada Selasa 14 Juli 2026 setelah turun menjadi Rp18.125 per dolar AS pada pembukaan perdagangan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah diprakirakan masih akan melemah pada perdagangan Selasa 14 Juli 2026. Menurut Bloomberg, hingga pukul 09.00 WIB, rupiah dibuka turun 0,09 persen menjadi Rp18.125 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sehari sebelumnya, nilai tukar rupiah turun 0,24 persen atau 44 poin pada penutupan perdagangan. Sehingga rupiah pada saat itu berada di level Rp18.109 per dolar AS.

“Depresiasi rupiah kemungkinan akan berlanjut,” kata analis pasar uang dari Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana. Menurut dia, posisi nilai tukar rupiah diprakirakan akan berada di level Rp18.170 per dolar AS.

Fikri mengatakan faktor yang akan mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah adalah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Ini setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz, sementara AS mengklaim berkuasa atas jalur strategis tersebut.

Akibatnya, harga minyak dunia kembali melonjak dan memicu kehati-hatian global akan pasokan minyak dan inflasi. Pelaku pasar juga mencermati rilis S&P yang memberikan penilaian peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.

Tim Analis Mirae Asset Sekuritas mencatat depresiasi mata uang rupiah sepanjang Juli 2026 mencapai satu persen. Sedangkan sejak awal Januari 2026, nilai tukar rupiah sudah melemah hingga 8,5 persen.

“Kinerja mata uang rupiah tetap menjadi yang terburuk di kawasan," kata Analis Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa. Sementara itu, indeks dolar AS tercatat menguat di level 101,27.

Jessica memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Menurut dia, ruang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut masih terbuka.

“BI akan menjaga daya tarik aset berdenominasi rupiah untuk mendorong arus masuk portofolio asing,” ucapnya. Menurut Jessica, cara tersebut diharapkan dapat menopang penguatan nilai tukar rupiah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....