IHSG Naik pada Awal Perdagangan, Berpeluang Uji Level 6.150

  • 14 Jul 2026 09:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG naik ke posisi 19,92 poin atau 0,33 persen ke level 6.057,76 pada pembukaan perdagangan Selasa, 14 Juli 2026

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan pada pembukaan perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG berada pada level 6.057,76 atau naik 19.92 poin (0,33 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.

“IHSG berpotensi naik kembali jika menembus level 6.050 dengan target di 6.150 short term,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman. Katalisnya adalah hasil rating S&P yang menetapkan penilaian untuk Indonesia di posisi stable outlook.

“IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 5.970-6.000 untuk level support,” ucapnya. Sedangkan untuk level resistansi, lanjut dia, akan bergerak pada rentang 6.100-6.150.

Dari sisi eksternal, Fanny mencermati kenaikan harga minyak dunia yang menyebabkan bursa saham Amerika Serikat (AS) terkoreksi. Sentimen pasar negatif setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan kembali blokade terhadap pengiriman kapal Iran melalui Selat Hormuz.

Trump juga mengatakan akan mengenakan biaya sebesar 20 persen terhadap seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz. Menurut dia, ini merupakan biaya pengamanan untuk melintasi selat strategis tersebut.

“Pengumuman Trump memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi,” ujar Fanny. Harga minyak WTI melonjak 9,4.persen menjadi USD78 per barel dan minyak Brent naik 9,6 persen menjadi USD83 per barel.

Di bursa saham AS, Indeks S&P 500 tercatat mengalami penurunan sebanyak 0,79 persen. Indeks Nasdaq Composite anjlok 1,55.persen, dan Dow Jones Industrial Average merosot 0,26 persen.

Sedangkan bursa saham di kawasan Asia Pasifik, ditutup beragam seiring semakin panasnya konflik di Timur Tengah. Iran menyatakan menutup kembali Selat Hormuz di tengah klaim AS yang ingin menguasai selat itu.

Investor juga memperkirakan kenaikan suku bunga bank sentral AS, The Fed. Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk pertama kalinya akan berbicara di hadapan Kongres, Selasa 14 Juli 2026.

“Pasar juga menantikan tingkat inflasi AS periode Juni 2026,” ujar Fanny. Pasar memprakirakan inflasi di AS sedikit melambat menjadi 4,2 persen setelah turunnya harga bensin di sana.

Di Asia, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,9 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan anjlok 9 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,16 persen, ASX 200 Australia menguat 0,03 persen, dan Taiex Taiwan naik 0,06 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....