IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.865, Sentimen Global Masih Menekan Pasar

  • 09 Jul 2026 09:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran mendorong kenaikan harga minyak serta meningkatkan kekhawatiran inflasi global.
  • Potensi kenaikan suku bunga The Fed diperkirakan menambah tekanan capital outflow dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
  • IHSG dibuka melemah 14 poin atau 0,24 persen ke level 5.865 pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026. Pada sesi pembukaan, IHSG berada di level 5.865.

Posisi tersebut turun 14 poin atau sekitar 0,24 persen dibandingkan penutupan Rabu, 8 Juli 2026, di level 5.879. Pelemahan ini melanjutkan tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik.

Tim Pilarmas Investindo Sekuritas menilai sentimen negatif masih datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Iran di tengah upaya perundingan damai kedua negara.

“Eskalasi konflik tersebut memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz,” kata Tim Pilarmas. Kondisi tersebut, menurut mereka, turut mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Harga minyak mentah WTI tercatat naik ke level 74,48 dolar AS per barel. Sementara harga minyak Brent meningkat hingga 78,02 dolar AS per barel.

Kenaikan harga energi dinilai dapat meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi ini juga memperbesar peluang bank sentral AS atau The Fed kembali menaikkan suku bunga acuannya.

“Risalah pertemuan The Fed menunjukkan sebagian pejabat mulai mengkhawatirkan risiko inflasi yang kembali meningkat. Sejumlah anggota bahkan memproyeksikan adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun ini,” ujar Tim Pilarmas.

Prospek suku bunga yang lebih tinggi berpotensi memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan pasar saham pun berpotensi berlanjut.

Meski demikian, sentimen positif datang dari percepatan realisasi Transfer ke Daerah (TKD). Hingga semester pertama 2026, penyaluran TKD telah mencapai Rp357,4 triliun atau 51,6 persen dari pagu APBN 2026.

Menurut Tim Pilarmas, percepatan penyaluran anggaran tersebut berpotensi mempercepat aktivitas ekonomi daerah. Namun dampaknya tetap bergantung pada kualitas dan produktivitas belanja pemerintah daerah.

Secara teknikal, mereka memperkirakan IHSG masih berpotensi melemah secara terbatas pada perdagangan hari ini. Indeks diproyeksikan bergerak pada area support 5.640 dan resistance 6.000.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....