BI Cermati Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah Pasca Kenaikan BI Rate
- 12 Jun 2026 09:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pergerakan nilai tukar rupiah masih fluktuatif meski Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan suku bunga lagi, Selasa kemarin
- BI menyatakan akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan. Baik di pasar keuangan global maupun domestik
- BI juga akan menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendukung aliran masuk modal asing guna mendorong penguatan rupiah
RRI.CO.ID, Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah masih fluktuatif meski Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan suku bunga lagi, Selasa kemarin. Dua hari menguat, rupiah kembali melemah pada Kamis kemarin mendekati level Rp18.000 per dolar AS.
Mencermati nilai tukar rupiah yang masih fluktuatif, BI menyatakan akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan. Baik di pasar keuangan global maupun domestik.
"BI juga akan menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendukung aliran masuk modal asing," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam pernyataan tertulis BI, Jumat 12 Juni 2026. BI, lanjutnya, juga akan terus mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi pasar.
Intervensi pasar tetap dilakukan di pasar luar negeri atau offshore melalui transaksi Non- Deliverable Forward (NDF). Intervensi juga dilakukan di pasar domestik melalu transaksi di pasar spot dan transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
"Intervensi dilakukan secara konsisten dan terukur," ucap Denny. Menurutnya, investor asing merespons positif bauran kebijakan yang telah dilakukan BI.
Seperti diketahui, BI telah menaikkan BI Rate menjadi 5,5 persen, kenaikkannya dilakukan di luar jadwal. BI juga menaikkan imbal hasil instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), seiring dengan naiknya imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN).
Respon positi pasar, menurut Denny, tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing. "Khususnya ke instrumen SRBI pasca lelang SRBI pada 10 Juni 2026," ujar Denny.
Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN. Terutama pada tenor pendek dan menengah.
"Sejalan dengan perkembangan tersebut, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami penguatan. Nilai tukar kembali berada di bawah level Rp18.000 per dolar AS," kata Denny.
Pada Kamis kemarin, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.988 per dolar AS. Melemah dibandingkan posisi hari sebelumnya di level Rp17.944 per dolar AS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....