IHSG Melemah 1,53 ke Level pada 5.789,39 Penutupan Perdagangan Sesi I

  • 11 Jun 2026 14:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG melemah 1,91 persen ke level 5.789,39 pada akhir perdagangan sesi I, dengan nilai transaksi mencapai Rp12,37 triliun.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat pada akhir perdagangan sesi I hari Senin, 25 Mei 2026. Indeks terpantau melemah 1,91 persen ke posisi 5.789,39.

IHSG sejak pagi ini sempat tembus level tertingginya di 6.010,92. Sementara itu, titik terendah indeks sempat menyentuh posisi 5.801,21.

Nilai transaksi perdagangan hingga jeda siang mencapai angka Rp 12,37 triliun. Volume perdagangan saham investor mencapai 21,7 miliar lembar saham pada bursa hari ini.

Saham emiten dominan merah yakni mencapai 496. Sementara itu 196 saham terpantau harganya naik dan 121 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif. Analis memperkirakan indeks melemah terbatas hingga perdagangan sesi kedua nanti.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas. Dengan support dan resistance 5.740–6.100," ujar tim Pilarmas Investindo, Kamis, 11 Juni 2026.

Secara sektoral, investor masih cenderung melakukan aksi ambil untung setelah penguatan signifikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat pergerakan pasar cenderung konsolidatif dengan tekanan jual yang relatif terbatas.

Jika tekanan jual meningkat terutama pada saham-saham perbankan besar dan saham berbasis komoditas, IHSG berpotensi bergerak menuju area support terdekat di kisaran 5.850–5.870.

Dari eksternal, pasar masih mencermati meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump disebut kembali mengancam langkah militer setelah proses negosiasi dengan Teheran dinilai berjalan terlalu lama.

Selain faktor geopolitik, investor juga memperhatikan perkembangan inflasi Amerika Serikat. Inflasi inti AS pada Mei 2026 tercatat naik 0,2 persen secara bulanan, lebih rendah dari konsensus pasar sebesar 0,3 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....