OJK Perkuat Tata Kelola dan Integritas melalui Peningkatan SDM dan Pengawasan
- 05 Jun 2026 17:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- OJK memperkuat tata kelola dan integritas melalui peningkatan kualitas SDM serta kerja sama dengan BPK.
- Upaya ini termasuk melalui pelatihan pengendalian kualitas pengawasan.
- Penyempurnaan standar audit internal dilakukan bersama BI, LPS, dan Kemenkeu untuk mengadopsi praktik global dan meningkatkan efektivitas pengawasan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat tata kelola dan integritas di sektor jasa keuangan melalui berbagai langkah strategis. Demikian disampaikan Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, dalam Konferensi Pers OJK via Zoom, Jumat, 5 Juni 2026.
Salah satu upayanya, kata Sophia, yakni peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia dalam menjalankan fungsi pengawasan. Penguatan tersebut juga dilakukan melalui kerja sama dengan BPK sejak 2023.
Di antaranya termasuk pelatihan Quality Control and Quality Assurance yang digelar pada Mei 2026. Pelatihan ini, menurutnya, bertujuan menyelaraskan pemahaman terkait pengendalian kualitas serta meningkatkan kapasitas SDM dalam fungsi pengawasan.
“OJK juga melakukan penyempurnaan standar audit internal melalui forum DRC bersama dengan Bank Indonesia, LPS dan Kementerian Keuangan. Ini untuk memperoleh pemahaman komprehensif Global Internal Audit Standard yang merupakan penyesuaian dari International Professional Practices Framework IPPF 2017,” ujar Sophia.
Sophia menyebut, langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan konsistensi pengawasan. Sekaligus memperkuat kemampuan OJK dalam mengidentifikasi potensi risiko di lembaga jasa keuangan sejak dini.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, menilai perkembangan teknologi quantum computing berpotensi membawa perubahan signifikan. Utamanya bagi sektor jasa keuangan, khususnya dalam penguatan infrastruktur teknologi informasi.
Menurutnya, quantum computing memungkinkan komputer memecahkan persoalan kompleks dengan jauh lebih cepat dan efisien. Kemampuan tersebut bahkan dinilai berlipat ganda, sehingga membuka peluang lahirnya berbagai inovasi layanan keuangan di masa depan.
“Betul akan ada khawatiran penyalahgunaan dari quantum computing, apakah dari meretas password dan sebagainya. Tapi kami juga meyakini quantum computing ini akan ada memanfaatkan untuk meningkatkan keamanan cybernya,” kata Hernawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....