OJK: Fundamental Ekonomi Tetap Kuat di tengah Tekanan Global dan Pelemahan Rupiah
- 05 Jun 2026 17:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia tengah menghadapi tekanan global, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah dan dinamika penilaian lembaga pemeringkat internasional. Kendati demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai fundamental perekonomian Indonesia tetap solid.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam Konferensi Pers OJK, Jumat, 5 Juni 2026. Menurutnya, sektor jasa keuangan nasional masih menunjukkan ketahanan yang baik.
Hal ini ditopang oleh fungsi intermediasi yang berjalan stabil serta permodalan perbankan yang kuat. “OJK menilai bahwa fundamental perekonomian Indonesia saat ini tetap terjaga dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat,” katanya.
Hingga April 2026, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan tercatat sebesar 23,97 persen. Friderica menyatakan, angka ini memberikan ruang penyangga yang memadai terhadap potensi risiko.
Meski demikian, OJK tetap mewaspadai sejumlah risiko, terutama yang berasal dari fluktuasi nilai tukar. Antara lain, peningkatan beban kewajiban valuta asing korporasi, tekanan terhadap sektor usaha berbasis impor, hingga potensi penurunan kualitas aset perbankan.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko menyatakan skema pendanaan OJK tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Yakni melalui pungutan sektor jasa keuangan dan dukungan APBN.
Pihaknya memastikan, mekanisme evaluasi kinerja pimpinan telah berjalan sebagai bagian dari sistem akuntabilitas kepada Presiden dan DPR. “Kami meyakini ini menjadi concern bersama untuk terwujudnya pelaksanaan pengaturan dan pengawasan yang berkualitas,” kata Hernawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....