Rupiah Bergerak Fluktuatif, Diprediksi Berpeluang Menguat Akhir Pekan Ini
- 05 Jun 2026 10:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih fluktuatif dalam perdagangan hari ini
- Rupiah sempat melemah saat pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB. Namun setengah jam kemudian, rupiah terpantau menguat 0,17 persen menjadi Rp18.019 per dolar AS
- Ruang perdamaian antara AS-Iran masih terbuka dan ekspektasi mundurnya kenaikan suku bunga the Fed ke tahun depan dapat mendorong penguatan rupiah
RRI.CO.ID, Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih fluktuatif dalam perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat melemah saat pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB.
Namun setengah jam kemudian, rupiah terpantau menguat 0,17 persen menjadi Rp18.019 per dolar AS. Pada Kamis kemarin, rupiah ditutup melemah ke level Rp18.049 per dolar AS.
"Harapannya rupiah akan terapresiasi hari ini ke kisaran Rp17.980 per dolar AS," kata Analis Pasar Uang dari Valbury Sekuritas, Fikri C. Pemana, Jumat, 5 Juni 2026. Ia mencermati sejumlah faktor yang dapat mendorong penguatan rupiah hari ini.
"Ruang perdamaian antara AS-Iran masih terbuka dan ekspektasi mundurnya kenaikan suku bunga the Fed ke tahun depan," ucap Fikri. Hingga saat ini, tensi geopolitik di Timur Tengah antara AS-Iran masih berpengaruh pada sentimen pasar.
Ditambah ketegangan di Lebanon, karena serangan dan pencaplokan wilayah Lebanon oleh pasukan zionis Israel. Sehingga situasi ketidakpastian masih tinggi, harga minyak dunia pun masih labil.
Pelaku pasar juga mencermati akan seperti apa kebijakan suku bunga the Fed di tengah tekanan inflasi di AS. Ekspektasinya, the Fed menunda kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga Maret 2027.
Sementara itu, Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto menyatakan belum melihat katalis yang dapat mendorong penguatan rupiah. "Fokus BI saat ini tampaknya lebih pada menahan outflow (aliran modal keluar) melalui imbal hasil SRBI yang tetap tinggi," ujar Rully.
Mirae Asset Sekuritas mencatat nilai tukar rupiah sudah melemah 8,2 persen sejak awal Januari 2026. Sehingga rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan, meski indeks dolar AS relatif stabil di level 99.
Tim analis Mirae Asset menilai pemulihan kepercayaan investor melalui penguatan tata kelola dan kredibilitas institusi menjadi faktor kunci. Terutama menarik kembali aliran modal ke aset keuangan domestik guna menopang penguatan nilai tukar rupiah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....