Hari Ini, IHSG Masih Berisiko Melemah Dampak Anjloknya Rupiah

  • 04 Jun 2026 07:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan masih akan melanjutkan pelemahan hari ini
  • "Secara teknikal, jika IHSG ditutup di bawah level 5.900, maka akan berpotensi menguji level support berikutnya. Yakni di rentang 5.750-5.840," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas
  • Menurut Tim Phintraco, tekanan pada IHSG disebabkan oleh berlanjutnya pelemahan rupiah

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan masih akan melanjutkan pelemahan hari ini, Kamis 4 Juni 2026. Pada Rabu kemarin, IHSG ditutup turun tajam hingga 4,11 persen ke level 5.941.

"Secara teknikal, jika IHSG ditutup di bawah level 5.900, maka akan berpotensi menguji level support berikutnya. Yakni di rentang 5.750-5.840," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurut Tim Phintraco, tekanan pada IHSG disebabkan oleh berlanjutnya pelemahan rupiah. Pada Rabu kemarin, nilai tukar rupiah juga turun tajam sebesar 0,71 persen ke level Rp17.966 per dolar AS.

Tim Analis Phintraco mencermati harga minyak yang kembali naik dan memicu kecemasan akan inflasi. Sehingga akan meningkatkan peluang bagi Bank Indonesia untuk kembali menaikkan BI Rate pada tahun ini.

Apalagi jika rupiah berlanjut melemah. Maka peluang BI mengerek suku bunga lagi semakin terbuka lebar.

Sementara itu, lembaga pemeringkat Moody's menetapkan peringkat PT Danantara Investment Management (DIM) pada Baa2 dengan prospek negatif. "Peringkat ini setara dengan peringkat utang Pemerintah Indonesia saat ini," ujar Tim Phintraco.

Hal itu mencerminkan keterkaitan kredit yang kuat antara DIM dan Pemerintah.DIM berpotensi memperoleh dukungan pemerintah jika diperlukan.

Namun, tambah Tim Phintraco, Moody's melihat adanya risiko bahwa peringkat tersebut bisa diturunkan di masa depan. Penurunan peringkat dapat terjadi apabila kondisi kredit Indonesia atau faktor terkait memburuk.

Sementara itu S&P Global Ratings menetapkan peringkat kredit jangka panjang pada BBB. Sedangkan peringkat jangka pendek di A-2 kepada DIM, dengan outlook stabil.

Sedangkan Fitch Ratings menetapkan peringkat BBB untuk program Global MTN (Medium Term Notes) dan obligasi perdana DIM. "Ketiga peringkat tersebut menekankan pada keterkaitan erat antara DIM dengan Pemerintah," ucap Tim Phintraco.

Di sisi lain, sejumlah importir Tiongkok dilaporkan menunda pembelian batu bara dari Indonesia. Penundaan dilakukan setelah Pemerintah mengumumkan kebijakan sentralisasi ekspor komoditas, termasuk batu bara, melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Kekhawatiran utama para importir, kata Tim Phintraco, ketidakjelasan mekanisme kontrak, harga dan proses perdagangan di bawah sistem baru tersebut. Hal ini menjadi katalis negatif terhadap saham terkait sampai muncul kejelasan dari sistem baru tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....