Rupiah Makin Amblas ke Posisi Rp17.903 per Dolar AS pada Pembukaan Perdagangan

  • 03 Jun 2026 10:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS anjlok hingga mencapai Rp17.903 per dolar AS.
  • Nilai tukar rupiah masih rentan terhadap pembalikan aliran dana asing dan tekanan baru di pasar valas.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin tak terkendali. Menurut Bloomberg, rupiah merosot tajam sejak pembukaan perdagangan Rabu 3 Juni 2026.

Pada pukul 09.30 WIB, rupiah terpantau berada pada level Rp17.903 per dolar AS, turun 0,36 persen atau 64 poin. “Rupiah masih sulit terapresiasi, penguatan pada awal Juni masih rapuh,” kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.

Menurut dia, nilai tukar rupiah masih rentan terhadap pembalikan aliran dana asing dan tekanan baru di pasar valas. Pada Selasa 2 Juni 2026, aliran keluar dana asing dari pasar saham cukup besar yaitu mencapai Rp1,37 triliun.

Analis pasar uang dari Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, memprakirakan apresiasi tipis pada rupiah. Menurut dia, masih ada sejumlah sentimen positif yang dapat mendorong penguatan rupiah.

“Misalnya pernyataan Presiden AS, Donald Trump, bahwa Israel dan Hizbullah akan menghentikan tindakan saling serang,” ujarnya. Meskipun pada yang sama, lanjut dia, Iran menyatakan telah menghentikan negosiasi dengan AS.

Teheran justru memasukkan persyaratan penghentian serangan di Gaza dan Lebanon sebagai syarat jika AS mau melanjutkan negosiasi. Kondisi tersebut sulit diterima Washington dan kembali menimbulkan ketidakpastian tinggi di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, imbal hasil obligasi Pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun turun menjadi 4,44 persen dari 4,68 persen. Hal ini didorong oleh harapan akan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran, meski kondisinya jauh dari harapan.

Di dalam negeri, neraca perdagangan Indonesia masih membukukan surplus hingga April 2026, meski nilainya berkurang. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia sudah mengalami surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....