IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.210, Optimisme Pasar Muncul Pasca 'Rebalancing MSCI'

  • 02 Jun 2026 09:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG dibuka menguat di level 6.210,004 atau naik 82,624 poin (1,35 persen) dari penutupan sebelumnya.
  • Penguatan terjadi seiring meredanya tekanan jual pasca rebalancing MSCI akhir Mei 2026.
  • Pengamat pasar modal Hendra Wardana menilai pasar masih membutuhkan kepastian kebijakan ekonomi dan stabilitas rupiah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di zona hijau di level 6.210.

Posisi tersebut naik sekitar 82,624 poin atau 1,35 persen dibanding penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, di level 6.127,38. Penguatan terjadi di tengah mulai meredanya tekanan jual pasca rebalancing MSCI akhir Mei.

Pengamat Pasar Modal, Hendra Wardana, menilai arah IHSG ke depan tidak hanya ditentukan berakhirnya tekanan jual asing akibat rebalancing MSCI. Menurutnya, pasar saat ini lebih membutuhkan kejelasan dan konsistensi kebijakan ekonomi pemerintah.

“Investor, khususnya investor asing, pada dasarnya mencari kepastian. Ketika pemerintah mampu memberikan arah kebijakan yang jelas, maka tingkat kepercayaan pasar akan meningkat,” katanya kepada RRI, Selasa, 2 Juni 2026.

Ia mengatakan kejelasan kebijakan dinilai penting mulai dari pengelolaan fiskal, stabilitas regulasi, strategi hilirisasi, hingga dukungan terhadap iklim investasi. Kondisi tersebut dinilai dapat menurunkan persepsi risiko Indonesia dan membuka peluang masuknya kembali arus modal asing ke pasar saham domestik.

Hendra juga menyoroti kondisi nilai tukar rupiah yang masih berada dalam tekanan. Menurut dia, dolar AS yang berada di kisaran Rp17.870 membuat investor global masih cenderung berhati-hati terhadap aset domestik.

“Bagi investor asing, pelemahan rupiah bukan hanya mengurangi potensi keuntungan investasi saham, tetapi juga meningkatkan risiko nilai tukar,” ujarnya. Karena itu, sebagian investor global masih memilih menunggu stabilisasi rupiah yang lebih meyakinkan.

Secara teknikal, berakhirnya rebalancing MSCI dinilai memang membuka ruang terjadinya technical rebound. “Namun penguatan pasar diperkirakan masih berlangsung bertahap karena pasar tetap menghadapi tantangan global dan domestik,” katanya.

Ia menambahkan, “Investor masih perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan apabila tekanan terhadap rupiah dan arus keluar dana asing terus berlanjut,” ucapnya. Dalam kondisi tersebut, IHSG disebut berpotensi kembali menguji area support kuat di kisaran 5.880.

Meski demikian, koreksi pasar yang cukup dalam dinilai juga membuka peluang pemulihan ke depan. Menurut Hendra, banyak saham berfundamental kuat kini diperdagangkan pada valuasi yang jauh lebih murah dibanding rata-rata historisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....