IHSG Terkoreksi ke Level 6.112, Analis Waspadai Koreksi Lanjutan
- 29 Mei 2026 09:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka melemah 17,42 poin atau 0,28 persen ke level 6.112,77 pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026
- Analis memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dengan support 6.000-6.070 dan resistansi 6.200-6.300
- Pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik AS-Iran, meski Wall Street mencetak rekor tertinggi di tengah harapan perpanjangan gencatan senjata
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG berada pada level 6.112,77 atau turun 17,42 poin (0,28 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini. Menurutnya, level support berada di rentang 6.000 hingga 6.070 dan level resistansi di rentang 6.200 hingga 6.300.
“IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hari ini. Level support di rentang 6.000-6.070 dan level resistansi di rentang 6.200-6.300,” kata Fanny dalam analisisnya, Jumat, 29 Mei 2026.
Fanny mengatakan perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian pelaku pasar. Meski demikian, bursa saham AS menguat pada perdagangan Kamis kemarin karena adanya harapan perpanjangan gencatan senjata kedua negara.
“Indeks-indeks saham Wall Street kompak mencatat level tertinggi (all time high) pada perdagangan Kamis. Indeks S&P 500 naik 0,58 persen, Nasdaq Composite melonjak 0,91 persen, Dow Jones Industrial Average menguat 0,05 persen,” ujarnya.
Menurut Fanny, penguatan indeks saham Amerika Serikat turut didorong reli saham sektor teknologi. Ia menilai kondisi tersebut memicu optimisme pasar terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Sementara itu, laporan Axios menyebut negosiator Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati nota kesepahaman untuk memperpanjang gencatan senjata. Perpanjangan tersebut disebut berlangsung selama 60 hari sembari melanjutkan negosiasi program nuklir Iran.
Berbeda dengan Wall Street, bursa saham di kawasan Asia mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Kamis. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,47 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,27 persen, dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,53 persen.
Di Tiongkok daratan, indeks CSI 300 dan Shanghai Composite justru menguat masing-masing 0,12 persen. Fanny menilai pelaku pasar masih mencermati sinyal yang beragam terkait prospek kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
"Pelemahan bursa saham di Asia merupakan level terendah sepanjang masa. Pelaku pasar melihat sinyal yang saling bertentangan dari AS dan Iran mengenai prospek kesepakatan untuk mengakhiri perang,” katanya.
Selain itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menyampaikan ketidakpuasannya terhadap proses negosiasi dengan Iran. Trump juga menginginkan tidak ada satu negara pun yang mengendalikan Selat Hormuz.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....