Akhir Pekan, IHSG Diprakirakan akan Kembali Terkoreksi

  • 29 Mei 2026 08:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks HARGA Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan akan terkoreksi akhir pekan ini
  • Level support di rentang 6.000-6.070 dan level resistansi di rentang 6.200-6.300
  • Kelanjutan konflik AS-Iran masih menjadi perhatian pelaku pasar. AS-Iran disebut akan melanjutkan gencatan senjata

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks HARGA Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan akan terkoreksi akhir pekan ini. Pada Selasa, 26 Mei 2026, IHSG ditutup turun 1,23 persen disertai aksi jual saham investor asing.

Net sell oleh investor asing pada hari Selasa mencapai Rp1,89 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, BBCA, BBRI, BMRI dan BREN.

"IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hari ini. Level support di rentang 6.000-6.070 dan level resistansi di rentang 6.200-6.300," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam analisisnya, Jumat 29 Mei 2026.

Fanny menyebut kelanjutan konflik AS-Iran masih menjadi perhatian pelaku pasar. Namun bursa saham di Amerika Serikat menguat pada Kamis kemarin karena harapan gencatan senjata AS-Iran diperpanjang.

"Indeks-indeks saham Wall Street kompak mencatat level tertinggi (all time high) pada perdagangan Kamis.Indeks S&P 500 naik 0,58 persen, Nasdaq Composite melonjak 0,91persen, Dow Jones Industrial Average menguat 0,05 persen," ujar Fanny.

Menurutnya, kenaikan indeks saham di AS juga didorong rally saham teknologi. Sehingga memicu optimisme terhadap tren kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu laporan Axios menyebut negosiator AS dan Iran menyepakati nota kesepahaman (MoU) untuk memperpanjang gencatan senjata. Perpanjangan disebutkan selama 60 hari, sekaligus melanjutkan negosiasi program nuklir Iran.

"Namun, kesepakatan itu masih menunggu persetujuan Presiden AS, Donald Trump," ucap Fanny. Berbeda dengan di Wall Street, bursa saham di kawasan Asia justru melemah pad Kamis kemarin.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,47 persen, Hang Seng Hong Kong menurun 1,27 persen, Kospi Korea Selatan melemah 0,53 persen. Tapi di Tiongkok daratan bursa saham menguat, CSI 300 dan Shanghai Composite naik 0,12 persen.

"Pelemahan bursa saham di Asia merupakan level terendah sepanjang masa. Pelaku pasar melihat sinyal yang saling bertentangan dari AS dan Iran mengenai prospek kesepakatan untuk mengakhiri perang,"kata Fanny.

Presiden Trump mengatakan tidak puas dengan negosiasi dengan Iran. Trump menginginkan tidak ada satu negara pun yang mengendalikan Selat Hormuz.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....