Uang Beredar April 2026 Turun Jadi Rp10.253,7 Triliun
- 28 Mei 2026 23:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Laporan Bank Indonesia menyebutkan jumlah uang beredar pada April 2026 sebesar Rp10.253,7 triliun, tumbuh 9,2 persen secara tahunan
- Menurut BI, menurunnya jumlah uang beredar (M2) pada April 2026 dipengaruhi tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan penyaluran kredit
- Sementara itu, penyaluran kredit pada April 2026 tumbuh sebesar 9,4. Pertumbuhannya meningkat dibandingkan bulan Maret 2026 sebesar 8,9 persen
RRI.CO.ID, Jakarta - Laporan Bank Indonesia menyebutkan jumlah uang beredar pada April 2026 sebesar Rp10.253,7 triliun, tumbuh 9,2 persen secara tahunan. Pertumbuhannya menurun dibandingkan Maret 2026 yang tumbuh sebesar 9,7 persen.
Likuiditas perekonomian atau uang beredar yang dimaksud di atas adalah uang beredar dalam arti luas (M2). Terdiri M1, uang kuasi, dan surat berharga yang diterbitkan oleh sistem moneter.
Sedangkan M1 atau uang beredar dalam arti sempit meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat dan giro rupiah. Termasuk uang elektronik serta tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu.
Sedangkan uang kuasi terdiri dari simpanan berjangka dan tabungan lainnya dalam bentuk rupiah maupun valuta asing (valas). Termasuk simpanan giro dalam bentuk valuta asing.
Berdasarkan laporan BI pekan ini, uang beredar sempit (M1) pada April 2026 tumbuh 13,6 persen secara tahunan. Sementara itu, uang kuasi tumbuh sebesar 4,7 persen secara tahunan.
Menurut BI, menurunnya jumlah uang beredar (M2) pada April 2026 dipengaruhi tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan penyaluran kredit. Tagihan bersih kepada Pemerintah pusat tumbuh sebesar 38,6 persen, setelah tumbuh 39,1 persen pada Maret 2026.
Sementara itu, penyaluran kredit pada April 2026 tumbuh sebesar 9,4. Pertumbuhannya meningkat dibandingkan bulan Maret 2026 sebesar 8,9 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....