BI akan Kembangkan Penggunaan LCT ke Sejumlah Negara, termasuk Arab Saudi

  • 25 Mei 2026 20:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Volume dan nilai transaksi dengan menngunakan Local Currency Transaction (LCT) meningkat tajam. Bank Indonesia (BI) menyatakan akan mengembangkan penggunaan LCT ke sejumlah negara lainnya untuk mengurangi penggunaan dolar AS.
  • Penggunaan LCT tujuannya untuk diversifikasi eksposur mata uang dan efisiensi biaya transaksi. Selain itu, untuk pengembangan pasar mata uang lokal di regional dan pengembangan akses partisipasi pelaku pasar.
  • Saat ini, Indonesia sudah bermitra dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Thailad dan Uni Emirat Arab dalam penggunaan LCT. Selanjutnya, BI akan mengembangkan implementasi LCT dengan Singapura, India, dan Arab Saudi

RRI.CO.ID, Makassar - Volume dan nilai transaksi dengan menggunakan Local Currency Transaction (LCT) meningkat tajam. Bank Indonesia (BI) menyatakan akan mengembangkan penggunaan LCT ke sejumlah negara lainnya untuk mengurangi penggunaan dolar AS.

“Penggunaan LCT mendorong diversifikasi mata uang, bahwa tidak semua transaksi itu harus menggunakan dolar AS. Bukannya enggak mau pake dolar AS, tapi untuk negara-negara yang transaksinya bisa langsung dengan domestik, kenapa harus pakai dolar?” kata Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan Bank Indonesia (BI), Ruth A.Cussoy Intama dalam kegiatan BI di Makassar, yang berlangsung pada 22-24 Mei 2026.

Karena kalau pakai dolar dulu, tambah Ruth, transaksinya jadi muter-muter. “Kalau sudah muter-muter pasti ada middleman, dan transaksinya jadi tidak efisien,” ucapnya.

Jadi, lanjut Ruth, penggunaan LCT tujuannya untuk diversifikasi eksposur mata uang dan efisiensi biaya transaksi. Selain itu, untuk pengembangan pasar mata uang lokal di regional dan pengembangan akses partisipasi pelaku pasar.

Berdasarkan data BI, sampai dengan April 2026, transaksi LCT mencapai USD22,61 miliar. Jumlah itu meningkat 309 persen secara tahunan dari USD7,33 miliar pada Januari-April 2025.

Negara Tiongkok, Jepang dan Malaysia menjadi mitra utama LCT dengan distribusi terbesar. Masing-masing, Tiongkok 89 persen, Jepang 6 persen Jepang dan Malaysia 3 persen.

Jumlah pelaku LCT juga semakin meningkat, mencapai 5.265 per bulan pada tahun 2026. “Peningkatan ini menunjukkan dampak positif LCT secara nyata pada para pelaku,” ujar Ruth.

Saat ini, Indonesia sudah bermitra dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Thailad dan Uni Emirat Arab dalam penggunaan LCT. Selanjutnya, BI akan mengembangkan implementasi LCT dengan Singapura, India, dan Arab Saudi.

Kepala Ekonomi Permata Bank, Josua Pardede juga memberikan dukungan terhadap upaya BI mengembangkan penggunaan LCT. “Saya juga menyuarakan LCT, penggunaannya harus lebih digalakan,” kata Josua.

Untuk itu, Josua mendorong BI untuk mendorong penggunaan LCT ke bank-bank sentra negara lainnya. “Karena kita sudah berkoar-koar di dalam, tapi ban sental negara lainnya mungkin kurang berkoar ke stakeholder mereka,” ujar Josua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....