OJK Perkuat Budaya Integritas Generasi Muda melalui SPARK Camp 2026

  • 23 Mei 2026 15:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • OJK menggelar SPARK Camp 2026 untuk memperkuat budaya integritas generasi muda.
  • Sekitar 5.000 peserta mengikuti kuliah umum di tiga perguruan tinggi.
  • OJK menilai integritas penting menghadapi tantangan global dan transformasi digital.

RRI.CO.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat budaya integritas dan tata kelola generasi muda melalui program SPARK Camp 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Risk and Governance Summit 2026.

Program dilaksanakan melalui kuliah umum bertema “The Guardian of Governance: Membangun Integritas Pemimpin Masa Depan”. Kegiatan digelar di tiga perguruan tinggi di Yogyakarta, Purwokerto, dan Surakarta.

Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, mengatakan penguatan governance penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan harus dijalankan secara transparan dan akuntabel.

“Governance memiliki peran sangat penting untuk memastikan pembangunan tidak hanya berjalan cepat, tapi juga tepat, adil, dan berkelanjutan. Artinya pembangunan harus dijalankan melalui proses yang berintegritas, yang akuntabel, dan transparan,” kata Sophia Wattimena pada kuliah umum yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat, 22 Mei 2026.

Sophia menegaskan penguatan integritas perlu dibangun sejak dini. Generasi muda dinilai tidak cukup hanya unggul secara akademik.

Ia juga menyoroti tantangan global yang semakin kompleks, seperti risiko geopolitik hingga perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penguatan governance dan ketahanan siber.

Menurut Sophia, total aset sektor jasa keuangan yang diawasi OJK saat ini mencapai sekitar Rp30 ribu triliun. Karena itu, penguatan tata kelola dinilai semakin penting.

Dalam kesempatan sama, Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Surakarta, Em Sutrisna, menilai integritas menjadi fondasi utama kepemimpinan masa depan. Nilai akademik dinilai belum cukup tanpa karakter yang kuat.

“Nilai IPK saja tidak cukup. Salah satunya apa? Integritas. Integritas, kejujuran,” kata Em Sutrisna.

Selain kuliah umum, OJK juga menyosialisasikan Innovation Paper Competition dalam Risk and Governance Summit 2026. Program tersebut bertujuan mendorong mahasiswa menyampaikan gagasan penguatan sektor jasa keuangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....