OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global
- 22 Mei 2026 18:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- OJK memastikan likuiditas perbankan nasional masih memadai.
- Rasio likuiditas perbankan berada jauh di atas ambang batas ketentuan.
- OJK terus memantau dampak gejolak global terhadap stabilitas perbankan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan likuiditas perbankan nasional tetap memadai di tengah tekanan ekonomi global. Kondisi tersebut ditopang rasio likuiditas yang masih berada jauh di atas ambang batas ketentuan.
OJK menyebut rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan pada April 2026 tercatat sebesar 86,88 persen. Sementara rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) mencapai 111,13 persen.
Selain itu, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat sebesar 25,39 persen. Angka tersebut jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.
OJK menilai kondisi tersebut menunjukkan fungsi intermediasi perbankan masih berjalan baik. Layanan transaksi valuta asing kepada masyarakat juga tetap terjaga.
Di tengah gejolak geopolitik global, OJK terus memantau dampak fluktuasi nilai tukar terhadap sektor perbankan. Penguatan indeks dolar AS dinilai meningkatkan volatilitas mata uang negara berkembang.
Meski demikian, OJK menyebut eksposur langsung perbankan terhadap risiko nilai tukar masih terkendali. Hal itu tercermin dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) yang tetap jauh di bawah batas maksimal 20 persen modal bank.
OJK juga mencermati potensi tekanan lanjutan akibat imported inflation dan cost-push inflation. Risiko tersebut dipengaruhi kenaikan harga minyak global.
Selain itu, OJK menilai fluktuasi permintaan valuta asing masih tergolong wajar. Kondisi tersebut dinilai sebagai bagian dari diversifikasi aset masyarakat.
Untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, OJK terus memperkuat koordinasi bersama Bank Indonesia, LPS, dan Kementerian Keuangan. Langkah tersebut dilakukan melalui kerangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....