IHSG Anjlok 3 Persen saat Bursa Asia Hijau, OJK Beri Penjelasan

  • 21 Mei 2026 16:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • OJK menilai pelemahan IHSG dipengaruhi respons pasar terhadap kebijakan baru pemerintah.
  • Investor disebut merespons kebijakan ekspor komoditas melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
  • OJK meminta pemerintah memberi penjelasan rinci agar kepastian usaha tetap terjaga.

RRI.CO.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak di kisaran level 6.000. Pelemahan IHSG terjadi pada pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026 saat mayoritas bursa saham Asia justru menguat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, mengatakan tekanan IHSG kali ini berbeda dibanding sebelumnya. Menurutnya, pelemahan pasar tidak lagi dipicu rebalancing indeks MSCI.

Hasan menjelaskan, pasar merespons berbagai perkembangan kebijakan global dan domestik. Kondisi tersebut memengaruhi persepsi investor terhadap prospek emiten dalam jangka pendek hingga panjang.

Ia menilai, salah satu sentimen yang memengaruhi pasar berasal dari kebijakan pemerintah terkait ekspor komoditas strategis. Kebijakan tersebut sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto.

Sebagaimana diketahui, pemerintah mewajibkan penjualan sejumlah komoditas strategis dilakukan melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia. Kebijakan itu mencakup komoditas seperti minyak sawit, batu bara, dan fero alloy.

Menurut Hasan, investor merespons kebijakan tersebut dalam jangka pendek. Karena itu, pemerintah diharapkan segera memberikan penjelasan rinci kepada pelaku pasar.

"Saya kira pasti ya. Artinya itu pasti direspons secara jangka pendek,” ujar Hasan saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Hasan berharap pemerintah menjelaskan tahapan implementasi kebijakan tersebut kepada masyarakat secara komprehensif. Langkah itu dinilai penting untuk memberikan kepastian usaha bagi emiten, sehingga investor dapat merespons secara positif.

"Berharap tentu pada saatnya apa yang menjadi policy yang digariskan oleh pemerintah nanti akan ada penjelasan. Ada penjabaran secara lebih rinci termasuk pentahapannya dan kapan-kapan katakanlah implementasinya," ucap Hasan.

Ia menambahkan, kepastian informasi akan membantu menjaga kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, transparansi kebijakan penting bagi keberlanjutan kegiatan usaha emiten.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....