IHSG Turun ke Level 6.352,20 pada Pembukaan Perdagangan Rabu 20 Mei 2026
- 20 Mei 2026 11:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG turun ke level 6.352,20 pada pembukaan perdagangan Selasa 20 Mei 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok pada pembukaan perdagangan dibuka melemah perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG turun 0,48 persen ke level 6.352,20 dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Volume perdagangan pagi ini tercatat 3,62 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp1,74 triliun. Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih diperkirakan akan bergerak dalam tekanan dengan area support pada 6.322 dan resistance pada 6.635.
Menurut analisis Philip Sekuritas, pergerakan saham utama di Wall Street ikut melemah pada Selasa 19 Mei 2026. Sudah tiga hari berturut-turut S&P 500 dan NASDAQ tertekan oleh lonjakan imbal hasil (yield) obligasi dan ketegangan geopolitik.
Kekhawatiran akan kenaikan inflasi dapat memaksa The Fed menaikkan suku bunga untuk meredam minat pada saham-saham pertumbuhan. Termasuk yang berhubungan erat dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Di sisi lain, sejumlah bursa saham Asia juga dibuka di zona merah. Di antaranya Index KOSDAQ, Topix, Nikkei 225, Straits, Hang Seng Hong Kong, hingga Shanghai Composite.
Hingga pukul 09.43 WIB, IHSG terpantau mulai menguat 37,61 poin ke level 6.408. Analis memperkirakan IHSG berpeluang mengalami penguatan teknikal dalam jangka pendek.
Di satu sisi, pasar juga tengah menunggu pidato Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Paripurna DPR. Kepala Negara akan menyampaikan pidato tentang Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027.
Biasanya, kerangka kebijakan tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu). Kemudian, investor juga mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), Rabu 20 Mei 2026.
“Menurut konsensus, BI akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 5 persen,” kata Tim Analis Phintraco. Kenaikan BI Rate ini, lanjut tim, bertujuan untuk meredam pelemahan rupiah.
Pelaku pasar tengah mencermati angka pertumbuhan kredit pada April 2026 yang diprakirakan sebesar 9,7 persen secara tahunan. Ini berarti naik dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 yang sebesar 9,49 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....