APBN April 2026 Membaik, Defisit Turun Jadi Rp164,4 Triliun

  • 19 Mei 2026 23:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada bulan April 2026, menurun dibandingkan defisit Maret 2026
  • Bulan April, defisitnya berkurang menjadi Rp164,4 triliun atau 0,64 persen dari PDB
  • Pada Maret defisit APBN tercatat sebesar 240,1 triliun atau 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)

RRI.CO.ID, Jakarta - Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada bulan April 2026, menurun dibandingkan defisit Maret 2026. Pada Maret defisit APBN tercatat sebesar 240,1 triliun atau 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)

"Bulan April, defisitnya berkurang menjadi Rp164,4 triliun atau 0,64 persen dari PDB," kata Menteri Keuangah Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangan pers APBN Kita di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa, 19 Mei 2026. Selain itu, keseimbangan primer pada bulan April 2026, juga kembali ke zona positif.

Pada Maret, keseimbangan primer mengalami defisit sebesar Rp95,8 triliun, sedangkan di bulan April, keseimbangan primer surplus Rp28 triliun. Keseimbangan primer adalah selisih antara total pendapatan negara dan total belanja negara di luar pembayaran bunga utang.

Menkeu Purbaya terlihat gembira dengan realisasi penggunaan APBN di bulan April 2026. Karena menurutnya, tidak seperti perkiraan para ekonom yang menyebut defisit tahun ini akan membengkak hingga 3 persen dari PDB.

Padahal dalam APBN 2026, defisit anggaran dipatok sekitar 2,68 persen dari PDB. "Itu karena cara menghitung mereka ajaib," kata Menkeu Purbaya.

Dia juga mengatakan, keseimbangan primer akan terus meningkat, seiring meningkatnya penerimaan negara. Terutama dari penerimaan pajak yang pada April 2026 terealisasi sebesar Rp646,3 triliun, tumbuh 16,1 persen.

Sementara itu, penerimaan negara secara keseluruhan tercatat sebesar Rp918,4 triliun, tumbuh 13,3 persen di bulan April. Sedangkan belanja negara tercatat sebesar Rp1.082,8 triliun, secara tahunan tumbuh 34,3 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....