Tekanan Masih Berlanjut, Rupiah Sentuh Rp17.7OO per Dolar AS
- 19 Mei 2026 11:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pada pembukaan perdagangan Selasa 19 Mei 2026, nilai tukar rupiah tercatat turun ke level Rp17.700 per dolar AS.
RRI.CO.ID, Jakarta – Tekanan dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut dengan melemahnya nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa 19 Mei 2026. Menurut Bloomberg, posisi rupiah pada pukul 10.00 WIB sudah tembus ke level Rp17.700 per dolar AS.
Sedangkan indeks dolar bergerak di level 99. Pada Senin 18 Mei 2026, rupiah ditutup melemah 0,41 persen atau 71 poin ke posisi Rp17.667 per dolar AS.
Namun, analis pasar uang dari Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, mengatakan ada peluang rupiah untuk terapresiasi meski tipis. Menurut dia, sentimen negatif terhadap rupiah kemungkinan mulai mereda.
“Sebelumnya, indeks dolar AS meningkat sangat tajam,” ujarnya. Fikri menyebut hal ini karena inflasi yang meningkat sehingga suku bunga diprakirakan masih tinggi.
Hal lainnya adalah pergantian Ketua The Fed, yang merupakan bank sentral AS. Kevin Warsh resmi ditunjuk sebagai ketua yang baru menggantikan Jerome Powell yang sudah habis masih tugasnya.
Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi pasar untuk menstabilisasikan nilai tukar rupiah. “Pemerintah juga akan menggulirkan dana stabilisasi obligasi ke pasar untuk mendorong penguatan rupiah,” ujar Fikri, menambahkan.
Pelaku pasar saat ini sedang menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang saat ini tengah berlangsung. Gubernur BI, Perry Warjiyo, akan mengumumkan langsung hasil rapat tersebut pada Rabu 20 Mei 2026.
Fikri melihat terbukanya kemungkinan BI menaikkan suku bunga (BI Rate) yang saat ini berada di level 4,75 persen. Sedangkan pemerintah juga melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif Rp12 triliun.
Meski begitu, Fikri menyatakan masih ada faktor yang dapat memberikan sentimen negatif ke pasar. “Noise (kebisingan) terkait kebijakan pemerintah dikhawatirkan mendorong aksi jual oleh investor asing pada portofolio domestik,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....