BI Catat Utang Luar Negeri Triwulan I 2026 Tembus Rp7.627 Triliun
- 18 Mei 2026 15:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat sebesar USD433,4 miliar. Jumlah itu setara dengan Rp7.627,84 triliun (kurs rupiah Rp17.600 per dolar AS)
- Posisi ULN pemerintah pada triwulan I 2026 sebesar USD214,7 miliar. Sementara itu, ULN swasta pada triwulan I 2026 tercatat sebesar USD191,4 miliar
- Pada triwulan I, rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,5 persen
RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I 2026 sebesar USD433,4 miliar. Jumlah itu setara dengan Rp7.627,84 triliun (kurs rupiah Rp17.600 per dolar AS).
Berdasarkan laporan yang dirilis, Senin, 18 Mei 2026, ULN triwulan I secara tahunan tumbuh sebesar 0,8 persen. Sedangkan secara triwulanan, dibandingkan triwulan IV 2025, pertumbuhan ULN melambat 1,9 persen.
Perkembangan posisi ULN tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik atau pemerintah dan ULN sektor swasta. Posisi ULN pemerintah pada triwulan I 2026 sebesar USD214,7 miliar, tumbuh sebesar 3,8 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ULN pemerintah pada triwulan I 2026 lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2025 yang sebesar sebesar 5,5 persen. Perkembangan ULN pemerintah dipengaruhi oleh aliran modal masuk asing melalui Surat Berharga Negara (SBN) internasional.
Aliran masuk modal asing menunjukkan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Sementara itu, ULN swasta pada triwulan I 2026 tercatat sebesar USD191,4 miliar.
ULN swasta menurun dibandingkan dengan ULN swasta triwulan IV 2025 sebesar USD194,2 miliar dolar AS. Secara tahunan ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,8 persen.
Penurunan ULN terjadi pada kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations). Secara tahunan masing-masing tercatat terkontraksi sebesar 3,6 persen dan 1,3 persen.
Dalam laporannya, BI menyebut ULN masih dalam kondisi sehat karena prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Pada triwulan I, rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,5 persen.
Rasionya turun dari 30 persen pada triwulan IV 2025. Selain itu, ULN didominasi ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,4 persen dari total ULN.
BI menegaskan, peran ULN akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya akan dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....