Awal Pekan, Rupiah Dibuka Anjlok hingga Rp17.650 per Dolar AS

  • 18 Mei 2026 10:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berlanjut hingga pembukaan perdagangan awal pekan ini yaitu pada posisi Rp17.650 per dolar AS.
  • Secara mingguan, rupiah tercatat telah terdepresiasi hingga sebesar 0,44 persen.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut hingga pembukaan perdagangan Senin 18 Mei 2026. Menurut Bloomberg, rupiah dibuka pada posisi Rp17.650 per dolar AS atau turun 0,31 persen dibandingkan sebelumnya.

Nilai tukar rupiah pada akhir pekan kemarin bergerak melemah pada kisaran Rp17.600-Rp17.602 per dolar AS. Ini merupakan pelemahan terdalam dalam sepekan terakhir.

Secara mingguan rupiah tercatat terdepresiasi sebesar 0,44 persen. Penyebab utamanya adalah faktor eksternal berupa konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia.

Analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah masih berpotensi melemah. “Ini tidak terlepas dari sentimen risk off global pekan lalu, di mana dolar AS naik cukup besar,” ujarnya.

Dollar AS menguat di tengah aksi sell off (aksi jual) seluruh aset oleh para investor. Termasuk di antaranya obligasi, saham, kripto, dan mata uang.

Menurut Lukman, investor kecewa melihat hasil pertemuan Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Mereka menganggap kedua pemimpin dunia itu tidak banyak membahas atau memberikan solusi terhadap perang AS-Iran.

“Sehingga harga minyak mentah dunia kembali naik,” ucapnya. Lukman memprediksi rupiah akan bergerak pada kisaran Rp17.550-Rp17.650 per dolar AS.

Sementara itu, harga minyak Brent naik 1,24 persen ke level USD110,62 per barel. Sedangkan harga minyak WTI naik 1,75 persen ke level USD107,26 per barel.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....