Rupiah Kembali Tembus Rp17.400 per Dolar AS pada Pembukaan Perdagangan Awal Pekan
- 11 Mei 2026 11:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nilai tukar rupiah turun hingga Rp17.403 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin 11 Mei 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah turun terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin 11 Mei 2026. Menurut Bloomberg, rupiah terpantau turun 0,12 persen ke posisi Rp17.403 per dolar AS pada pukul 09.13 WIB.
Pada penutupan Jumat, 8 Mei 2026, rupiah sudah melemah ke posisi Rp17.382 per dolar AS. Mata uang Indonesia itu masih belum lepas dari tekanan dolar AS yang saat ini nilainya berada pada level 98.
“Pergerakan rupiah dipengaruhi rilis data tenaga kerja AS,” kata analis pasar uang dari Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana. Menurut dia, penambahan tenaga kerja non-pertanian AS tercatat sebanyak 115.000, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebanyak 62.000 pekerjaan.
Fikri menambahkan konflik AS-Iran yang kembali memanas juga akan mempengaruhi sentimen pelaku pasar. Meskipun Presiden AS, Donald Trump, mengklaim ada peluang untuk perdamaian dengan Teheran.
Bank Indonesia (BI) juga sudah melakukan berbagai upaya intervensi pasar yang menggerus cadangan devisa tetapi rupiah terus melemah. “Ini menunjukkan meningkatnya biaya stabilisasi rupiah,” ujar Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.
Namun, lanjut dia, level cadangan devisa saat ini masih cukup untuk menjaga ketahanan eksternal. “Selain itu masih dapat mendukung potensi aliran masuk modal asing dalam jangka pendek,” ujarnya
BI melaporkan cadangan devisa pada April 2026 tercatat senilai USD146,2 miliar. Ini berarti turun dibandingkan posisi Maret 2026 yang sebesar USD148,2 miliar.
Selain untuk stabilisasi nilai tukar rupiah, cadangan devisa juga digunakan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah. “Pasar tetap berhati-hati terhadap risiko jangka panjang di tengah ketidakpastian geopolitik dan arah suku bunga global," ujar Rully.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....