Prakiraan IHSG Hari Ini, Berpeluang 'Rebound' setelah Anjlok di Akhir Pekan

  • 11 Mei 2026 08:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang 'rebound' atau berbalik menguat hari ini
  • IHSG turun tajam dalam penutupan perdagangan akhir pekan kemarin hingga 2,86 persen ke level 6.969
  • IHSG berpotensi short term teknikal rebound hari ini ke 7.070-7.130. Tetapi gunakan untuk 'sell on high' karena IHSG masih rentan kembali koreksi," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang 'rebound' atau berbalik menguat hari ini. Setelah turun tajam dalam penutupan perdagangan akhir pekan kemarin hingga 2,86 persen ke level 6.969.

Penurunan disertai dengan net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp485 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BUMI, BREN, ADRO, dan DSSA.

"IHSG berpotensi short term teknikal rebound hari ini ke 7.070-7.130. Tetapi gunakan untuk 'sell on high' karena IHSG masih rentan kembali koreksi," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam analisisnya, Senin, 11 Mei 2026.

"Sell on high" adalah strategi menjual saham saat harganya sudah mencapai level tertinggi atau mengalami kenaikan signifikan. Tujuannya untuk mengamankan keuntungan (profit taking) sebelum harga potensi turun kembali.

Fanny memperkirakan pergerakan IHSG hari ini di rentang 6.650-6.850 di level support. Sedangkan level resistansi di rentang 7.070-7.130.

Bursa saham global bergerak beragam pada akhir pekan kemarin. Bursa saham di Amerika Serikat cenderung menguat, sedangkan bursa saham di kawasan Asia ditutup melemah.

"Indeks saham S&P 500 & Nasdaq mencapai rekor tertinggi didorong oleh menguatnya saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI)," ucap Fanny. Indeks S&P 500 naik 0,84 persen, Nasdaq menguat 1,71 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,02 persen.

Selain itu laporan pekerjaan di AS menguat dari perkiraan, yang menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja. Tingkat pengangguran di bulan April juga tetap stabil sebesar 4,3 persen.

"Kondisi itu memperkuat ekspektasi bahwa the Fed akan mempertahankan suku bunga untuk beberapa waktu. Yakni antara 3,50-3,75 persen hingga akhir tahun," ujar Fanny.

Di sisi lain, optimisme akan pendapatan membantu investor mengabaikan serangan baru antara pasukan AS dan Iran di Teluk.

Di kawasan Asia pasar saham melemah di akhir pekan kemarin karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Ketegangan itu kembali memunculkan kekhawatiran, menguji ketahanan rally pasar saham baru-baru ini.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,19 persen, di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,11 persen. Indeks harga saham di Hang Seng Hong Kong turun 0,87 persen, Taiex Taiwan turun 0,79 persen, CSI 300 Tiongkok melemah 0,58 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....