IHSG Hari Ini Diprediksi Lanjutkan Penguatan, Uji Level 7.100

  • 06 Mei 2026 07:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim Analis Phintraco Sekuritas memperakirakan IHSG hari ini secara teknikal berpotensi menguji level 7.100-7.150
  • Sentimen pasar masih akan dipengaruhi sejumlah data ekonomi yang dirilis BPS kemarin. Diantaranya pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026
  • OJK juga memperpanjang kebijakan buyback saham tanpa melalui RUPS, kebijakan ini berlaku hingga September 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan melanjutkan penguatan. Setelah pada Selasa kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di level 7.057 atau naik 1,22 persen.

Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebut kenaikan IHSG didorong oleh saham-saham konglomerasi dan perbankan. " IHSG hari ini secara teknikal berpotensi menguji level 7.100-7.150," ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.

Menurut Tim Analis Phintraco, sentimen pasar masih akan dipengaruhi sejumlah data ekonomi yang dirilis BPS kemarin. Diantaranya pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 yang secara triwulanan terkontraksi 0,77 persen dibandingkan triwulan IV 2025

Tapi secara tahunan, pertumbuhan ekonomi terakselerasi menjadi 5,6 persen dari 5,39 di triwulan IV 2025. "Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan belanja masyarakat di tengah berlanjutnya stimulus pemerintah," ucap Tim Phintraco.

Hari libur dan hari besar keagamaan seperti Imlek, Ramadan dan Idul Fitri juga menopang tingkat konsumsi rumah tangga. Di sektor keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengawasan terhadap perbankan.

OJK juga memperpanjang kebijakan buyback saham tanpa melalui RUPS, kebijakan ini berlaku hingga September 2026. Selain itu OJK juga menunda implementasi transaksi short selling.

"Kebijakan OJK ini diharapkan dapat menjadi faktor positif bagi pergerakan pasar di tengah ketidakpastian yang meningkat," kata Tim Phintraco.

Sementara itu Phillip Sekuritas Indonesia mencatat masih terjadi aliran modal asing di pasar saham Indonesia. Pada Selasa kemarin net sell (jual bersih) oleh investor asing tercatat sebesar Rp317,14 miliar.

Saham-saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBCA, ANTM, INCO dan AADI. Secara kumulatif aliran keluar modal asing sudah mencapai Rp46,49 triliun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....