Sinkronisasi Fiskal dan Moneter Jadi Kunci Capai Tujuan Ekonomi Nasional

  • 05 Mei 2026 14:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebijakan moneter harus dikendalikan dan dikelola, sementara kebijakan fiskal mendukung sisi keuangan dalam sistem ekonomi
  • Pencapaian tujuan ekonomi memerlukan instrumen yang berjalan bersama, karena satu kebijakan tidak cukup menjawab kebutuhan
  • Sinkronisasi kebijakan berkaitan dengan koordinasi fiskal dan instrumen finansial untuk mencapai tujuan yang sama

RRI.CO.ID, Jakarta - Profesor Emeritus Soedradjad Djiwandono menegaskan kebijakan moneter dan fiskal harus berjalan bersama-sama untuk mencapai tujuan ekonomi yang sama. Ia menyebut kedua instrumen tersebut perlu dikelola dan diarahkan secara selaras dalam mendukung sistem keuangan dan sektor riil.

Ia menjelaskan kebijakan moneter harus dikendalikan dan dikelola, sementara kebijakan fiskal berperan mendukung sisi keuangan. Hal tersebut menunjukkan adanya pembagian peran yang jelas antara kedua instrumen dalam sistem ekonomi.

“Kebijakan moneter dan fiskal harus berjalan bersama-sama dan masing-masing harus mencapai tujuan yang terbatas. Kebijakan moneter harus dikendalikan dan dikelola sementara kebijakan fiskal harus mendukung sisi keuangan,” ujar Profesor Emeritus Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia Prof. Dr. J. Soedradjad Djiwandono saat menjadi pembicara dalam ‘The 20th Sadli Lecture’ di Depok, Selasa, 5 Mei 2026.

Soedradjad menambahkan, pencapaian tujuan ekonomi memerlukan penggunaan instrumen yang berjalan bersama untuk mencapai sasaran yang sama. Menurutnya, satu kebijakan saja tidak cukup untuk menjawab kebutuhan ekonomi secara menyeluruh.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk sinkronisasi kebijakan yang berkaitan dengan koordinasi fiskal dan instrumen finansial dalam mendukung sektor riil. Ia menyebut dinamika tersebut berhubungan dengan koordinasi antar kebijakan.

Ia menambahkan dinamika tersebut berkaitan dengan koordinasi fiskal dan instrumen finansial. Hal ini disampaikan sebagai bagian dari contoh yang menunjukkan hubungan antar kebijakan dalam praktik.

Soedradjad menyebut pendekatan tersebut sebagai bentuk sinkronisasi kebijakan yang melibatkan berbagai instrumen untuk mencapai tujuan yang sama. Hal itu menjadi bagian dari dinamika yang berhubungan dengan koordinasi.

“Tapi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan yang betul-betul memperbaiki dan memberikan manfaat membutuhkan instrumen yang bersama-sama. Bekerja sama untuk mendapatkan tujuan yang sama, jadi ini adalah yang saya maksud dengan sinkronisasi,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....