OJK Dorong Literasi Kripto, Mahasiswa Diminta Lebih Bijak Berinvestasi

  • 05 Mei 2026 11:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi keuangan digital di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mencegah risiko investasi.

RRI.CO.ID, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi keuangan digital di kalangan generasi muda. Ini dilakukan agar mereka semakin memahami risiko berinvestasi di aset digital dan kripto secara bijak.

Upaya tersebut disampaikan pada kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) di Universitas Pattimura, Ambon, Senin, 4 Mei 2026. Program ini menjadi bagian dari edukasi untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ekosistem keuangan digital.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, menegaskan pesatnya perkembangan aset kripto harus diimbangi pemahaman memadai. Menurut dia, hal ini penting untuk mencegah masyarakat terjebak dalam investasi ilegal maupun risiko kehilangan aset.

“Perkembangan aset kripto yang sangat cepat harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai,” ujarnya. “Masih banyak masyarakat yang terjebak investasi ilegal, penipuan digital, maupun kehilangan aset akibat rendahnya kesadaran terhadap keamanan digital.”

Adi mengatakan investasi pada aset kripto memiliki karakteristik high risk high return dengan volatilitas tinggi. “Karena itu, masyarakat perlu memahami risiko secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi,” ujarnya.

Menurut Adi, perkembangan sektor keuangan digital juga diiringi berbagai tantangan. Di antaranya fluktuasi harga ekstrem, keamanan digital, potensi penipuan, hingga faktor psikologis investor.

Data OJK mencatat hingga Februari 2026 jumlah akun kripto di Indonesia telah melampaui 21 juta pengguna. Sedangkan nilai transaksinya sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp482,23 triliun.

Adi juga mendorong mahasiswa untuk menjadi agen literasi keuangan digital. Menurut dia, hal ini penting untuk meningkatkan pemahaman publik serta mengurangi risiko kerugian akibat investasi.

Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, juga menekankan edukasi di tengah cepatnya perkembangan sektor keuangan digital. “Edukasi kepada generasi muda sangat penting agar mereka tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga memiliki pemahaman kuat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap literasi keuangan digital semakin merata khususnya di kawasan timur Indonesia. Edukasi berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang cerdas secara finansial dan aman dalam berinvestasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....