OJK Perkuat Ketahanan Siber Industri Keuangan Digital Nasional
- 01 Mei 2026 15:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat ketahanan siber industri keuangan digital nasional. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan industri dan kepercayaan masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat ketahanan siber industri keuangan digital nasional. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan industri dan kepercayaan masyarakat.
Kepala Eksekutif OJK, Adi Budiarso menegaskan pentingnya keamanan siber dalam industri. Ia menyampaikan hal tersebut dalam workshop di Jakarta, Senin.
“Keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan prasyarat utama bagi keberlanjutan industri keuangan digital. Satu insiden siber tidak hanya berdampak pada satu institusi, tetapi memengaruhi reputasi, kepercayaan, dsdan abilitas ekosistem secara keseluruhan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso, dalam keterangan pers pada Kamis, 30 April 2026.
Adi menilai ancaman siber kini semakin kompleks, cepat, dan berdampak luas. Kondisi ini memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital.
OJK mendorong perubahan pendekatan dari kepatuhan menuju ketahanan. Keamanan harus menjadi bagian strategi bisnis dan tata kelola.
Adi menilai kepercayaan sebagai aset utama ekonomi digital. Inovasi harus berjalan seiring penguatan sistem keamanan.
“Kepercayaan adalah mata uang utama dalam ekonomi digital, kecepatan inovasi juga harus beriringan dengan kekuatan pengamanan. Tanpa keamanan siber yang memadai, inovasi justru dapat berubah menjadi sumber kerentanan baru bagi masyarakat dan industri,” katanya.
OJK mendorong pelaku industri menjadikan keamanan siber sebagai investasi strategis. Langkah ini penting untuk menjaga layanan dan meningkatkan daya saing.
Sekian itu, penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Kompetensi dan disiplin operasional harus mendukung sistem keamanan.
Terus terus memperkuat sinergi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam ketahanan siber nasional. Fokusnya pada sektor jasa keuangan digital yang semakin berkembang.
Kolaborasi lintas lembaga dinilai penting menghadapi ancaman siber. Ancaman tersebut tidak mengenal batas sektor, institusi, maupun yurisdiksi.
Deputi BSSN, Slamet Aji Pamungkas menekankan pentingnya konsep human firewall. Konsep ini menempatkan karyawan sebagai garda terdepan pertahanan siber.
"Pelatihan dan peningkatan kesadaran menjadi kunci dalam pendekatan tersebut. Harapannya, langkah ini dapat membantu mendeteksi dan mencegah ancaman seperti phishing dan malware," ujarnya.
OJK juga memperluas koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Termasuk aparat penegak hukum, asosiasi industri, dan pelaku usaha.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan risiko siber berjalan terpadu. Stabilitas sistem keuangan dan perlindungan konsumen diharapkan tetap terjaga.
Selain itu, kesinambungan layanan keuangan digital menjadi perhatian utama. Pendekatan terpadu diperlukan menghadapi ancaman yang terus berkembang.
Deputi Komisioner SDM OJK, Irnal Fiscallutfi menyebut workshop sebagai upaya penguatan kapasitas industri. Kegiatan ini juga memperkuat ketahanan sektor keuangan digital.
Workshop dirancang meningkatkan kesadaran terhadap risiko siber. Selain itu, kegiatan ini menyelaraskan pemahaman antar pelaku industri.
Penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi tujuan utama kegiatan ini. Termasuk kemampuan mendeteksi, mencegah, dan merespons insiden siber secara efektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....