Prakiraan IHSG, Berisiko Terkoreksi Setelah Pengumuman the Fed

  • 30 Apr 2026 08:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi terkoreksi kembali hari ini. Setelah pada Rabu kemarin IHSG ditutup naik ke level 7.101
  • IHSG berpotensi koreksi kembali hari ini. Pergerakannya di rentang 6.900-7.000 di level support dan 7.150-7.200 di level resistansi
  • sentimen pasar masih akan dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dan keputusan bank sentral AS, The Fed yang masih mempertahankan suku bunga

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi terkoreksi kembali hari ini. Setelah pada Rabu kemarin IHSG ditutup naik 0,41 persen ke level 7.101meski masih disertai aliran keluar modal asing.

Net sell (jual bersih) saham oleh investor asing tercatat sebesar Rp987 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBCA, BBRI, ANTM dan PTRO.

"IHSG berpotensi koreksi kembali hari ini. Pergerakannya di rentang 6.900-7.000 di level support dan 7.150-7.200 di level resistansi," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Kamis, 30 April 2026.

Menurut Fanny, sentimen pasar masih akan dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dan keputusan bank sentral AS, The Fed. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melonjak 7,17 persen menjadi USD107,16 per barel.

Sedangkan harga minyak Brent naik6,78 persen menjadi USD118,80 per barel. "Kenaikan disebabkan laporan bahwa AS memperluas blokade terhadap pelabuhan Iran," ucap Fanny.

Selain itu, Presiden Trump menolak proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz hingga tercapainya kesepakatan program nuklir. Di sisi lain, the Fed kembali mempertahankan suku bunga acuan sekitar 3,5 persen-3,75 persen.

"Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan, kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi jangka pendek. Sehingga memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama," ujar Fanny.

Dua faktor tersebut menyebabkan bursa saham di Amerika Serikat melemah pada penutupan Rabu kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,57 persen, S&P 500 turun tipis 0,04 persen, hanya Nasdaq Composite naik tipis 0,04 persen.

Sedangkan bursa saham Asia-Pasifik mayoritas ditutup menguat pada Rabu kemarin. Sentimen pasar di kawasan ini dipengaruhi oleh perkembangan di Selat Hormuz dan kebijakan suku bunga the Fed.

"Pelaku pasar juga mencermati rilis laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa," ucap Fanny. Indeks Hang Seng Hong Kong melesat 1,68 persen, CSI 300 Tiongkok menguat 1,06 persen, namun ASX 200 Australia melemah 0,27 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....