IHSG Diprakirakan Masih Berisiko Terkoreksi Hari ini, Selasa 28 April 2026
- 28 Apr 2026 07:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak pada rentang 6.900-7.000 untuk level support dan 7.200-7.250 untuk level resistensi.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan masih akan melemah pada hari ini, Selasa 28 April 2026. Sehari sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,32 persen ke level 7.106,52 disertai aliran keluar modal asing.
Net sell (jual bersih) oleh investor asing mencapai Rp2,01 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BBRI, ANTM, dan ASII.
Demikian dikatakan Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Selasa, 28 April 2026. “IHSG berpotensi terkoreksi kembali hari ini setelah kemarin gagal menembus level psikologis 7.250,” ucapnya.
Fanny memprakirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6.900-7.000 untuk level support. Sedangkan level resistansinya diproyeksikan berfluktuasi pada rentang 7.200-7.250.
Fanny menambahkan bursa saham utama Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Asia-Pasifik cenderung menguat. Sentimen pasar masih dipengaruhi konflik AS-Iran yang belum jelas kelanjutannya.
“Penguatan terjadi di tengah sikap investor yang cenderung mengabaikan sementara kebuntuan pembicaraan damai Washington dan Teheran,” ujarnya. Indeks S&P 500 naik tipis 0,12 persen, Nasdaq Composite menguat 0,20 persen, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,13 persen.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan belum ada rencana pertemuan dengan pihak Washington. Sedangkan Presiden AS, Donald Trump, semakin tidak sabar menghadapi Iran, tetapi belum jelas mau melakukan apa terhadap seterunya itu.
Di kawasan Asia Pasifik, indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,38 persen dan CSI 300 Tiongkok naik moderat 0,03 persen. Indeks Taiex Taiwan melesat 1,76 persen, Kospi Korea Selatan meningkat 2,15 persen, dan ASX 200 Australia turun 0,23 persen.
Menurut Fanny, bursa Asia mayoritas menguat setelah Axios melaporkan Iran telah menawarkan proposal baru. “Terutama terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, sedangkan negosiasi nuklir akan ditunda ke tahap selanjutnya,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....