Kejar Pertumbuhan Ekonomi, BI Inisiasi PINISI

  • 27 Apr 2026 15:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bank Indonesia (BI) akan melakukan Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan
  • PINISI merupakan platform strategi penguatan komunikasi dan koordinasi untuk menyelesaikan berbagai hambatan dalam menyalurkan pembiayaan bagi perekonomian
  • BI menyatakan, forum PINISI menekankan prinsip OKS, Optimism, Komitmen dan Sinergi

RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan melakukan Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. PINISI merupakan platform strategi penguatan komunikasi dan koordinasi untuk menyelesaikan berbagai hambatan dalam menyalurkan pembiayaan bagi perekonomian.

"Tujuannya untuk menggerakkan sektor-sektor perekonomian. Sehingga program-program prioritas pemerintah dapat dilaksanakan," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam acara Kick Off PINISI di gedung BI, Jakarta, Senin 27 April 2026

Menurut Perry, perekonomian dunia saat sedang tidak baik-baik saja, perlambatan ekonomi dan ketidakpastian yang tinggi masih berlanjut. Yang harus diwaspadai bukan hanya kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

"Tapi juga suku bunga yang tinggi di Amerika Serikat dan aliran modal keluar dari dalam negeri. Karena itu perlu sinergi yang kuat untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia yang berbasis kekuatan domestik," ujar Perry.

Perry menyebut setidaknya ada tiga tantangan yang perlu direspon untuk menghadapi tantangan global saat ini. Pertama, membangkitkan kepercayaan pelaku usaha dan mengusahakan pembiayaan kepada proyek-proyek prioritas nasional.

Kedua, memperkuat mesin pertumbuhan domestik dengan menjaga konsumsi dan meningkatkan investasi, sekaligus menyediakan kapasitas pembiayaan yang memadai.

Ketiga, memastikan kebijakan yang telah dirumuskan dapat diimplementasikan pada tataran dunia usaha, perbankan maupun masyarakat. "Kita harus memiliki kebijakan yang kuat di sektor hilirisasi dan industrialisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ucap Perry.

Lebih lanjut Gubernur BI mengatakan, ada tiga semangat yang diusung PINISI. Pertama, meningkatkan kerja sama Pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan , perbankan, investor dan pelaku usaha

Kedua, bagaimana program dan proyek yang telah disiapkan pemerintah maupun inisiatif dunia usaha dapat diimplementasikan. Selain itu, mencari solusi terbaik untuk memajukan perekonomian domestik.

Ketiga, PINISI tidak berhenti pada diskusi tapi juga harus menghasilkan langkah konkret pembiayaan maupun realisasi proyek yang direncanakan. "Melalui forum PINISI kita bangun prinsip OKS, Optimism, Komitmen dan Sinergi," kata Perry menegaskan.

Pada kesempatan yang sama Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menekankan pentingnya PINISI. "Ini merupakan wujud sinergi lintas lembaga untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional," ucap Menko Airlangga.

Menurutnya untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, program-program pembangunan ekonomi harus diakselerasi. Seperti hilirisasi ketahan pangan, penguatan industri manufaktur, dan pengembangan ekonomi digital.

"Begitu pula program-program prioritas pemerintah. Seperti makan bergizi gratis, program tiga juta rumah dan program koperasi desa merah putih," ujar Menko Airlangga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....