Prakiraan IHSG Hari Ini, Masih Berisiko Melemah setelah Anjlok Kamis Kemarin
- 24 Apr 2026 09:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan masih akan melemah hari ini
- IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan hari ini dan menguji level 7.300," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Jumat, 24 April 2026.
- Sentimen negatif dari dalam negeri akan mempengaruhi perdagangan saham hari iniberasal dari pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan masih akan melemah hari ini. Melanjutkan pelemahan pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, IHSG anjlok hingga 2,6 persen ke level 7.378,61.
"IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan hari ini dan menguji level 7.300," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Jumat, 24 April 2026. Sentimen negatif dari dalam negeri akan mempengaruhi perdagangan saham hari ini.
Menurut Tim Phintraco, sentimen negatif itu berasal dari pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS. "Pelemahan Ini menjadi level penutupan terburuk bagi rupiah sepanjang masa serta merupakan pelemahan paling dalam di Asia," ujar Tim Phintraco.
Pelemahan rupiah yang cukup drastis, di luar estimasi pasar sebelumnya. Di sisi lain, faktor eksternal berupa perang di Timur Tengah yang berlarut-larut juga memberi sentimen negatif ke pasar.
"Penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut membuat harga minyak bertahan di harga tinggi. Sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi inflasi dan melebarnya defisit anggaran belanja," kata Tim Phintraco.
Sementara itu, laporan Bank Indonesia menyebutkan uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 9,7 persen pada Maret 2026. Sehingga jumlah uang beredar menjadi Rp10.355 triliun pada Maret 2026, meningkat dibandingkan Februari 2026 yang tumbuh 8,7 persen.
Perkembangan M2 dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan penyaluran kredit. "Hal ini diperkirakan karena periode Idul Fitri di Maret 2026, jumlah uang beredar meningkat untuk transaksi, investasi dan konsumsi," ucap Tim Phintraco.
Berbeda dengan Tim Analis BNI Sekuritas yang memperkirakan IHSG berpeluang 'rebound' atau berbalik menguat hari ini. "IHSG secara teknikal dalam jangka pendek berpotensi rebound hari ini," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman.
Rebound IHSG diperkirakan ke level 7420. "Tapi hati-hati jika gagal menembus level tersebut, IHSG masih potensi terkoreksi kembali mendekati level 7200," ujar Fanny.
IHSG Kamis kemarin ditutup turun disertai dengan net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp1,36 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, ASII, BBCA dan UNVR.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....