BI Tingkatkan Intensitas Intervensi untuk Jaga Stabilitas Rupiah

  • 23 Apr 2026 12:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bank Indonesia (BI) menyatakan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah yang makin melemah. Intervensi pasar dilakukan supaya rupiah tidak turun semakin dalam
  • Hari ini nilai tukar rupiah tembus Rp17.300 rupiah per dolar AS, turun sekitar 0,73 persen. Sementara indeks dolar AS stabil di kisaran level 98
  • Pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang di kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54 persen. BI terus meningkatkan intensitas intervensi serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market

RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Indonesia (BI) terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah yang makin melemah. Intervensi pasar dilakukan supaya rupiah tidak turun semakin dalam.

Hari ini nilai tukar rupiah tembus Rp17.300 rupiah per dolar AS, turun sekitar 0,73 persen. Sementara indeks dolar AS stabil di kisaran level 98.

"Tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional, " kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, Kamis, 23 April 2026.

Menurut Destry, pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang di kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54 persen. "BI terus meningkatkan intensitas intervensi serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market," ucap Destry.

Langkah itu dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga daya tarik aset domestik. Terutama di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah.

"Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar luar negeri atau offshore (NDF ). Serta intervensi di pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," kata Destry menjelaskan.

Di sisi lain, menurutnya cadangan devisa Indonesia juga masih tetap kuat. Posisinya hingga akhir Maret 2026 sebesar USD148,2 miliar.

"BI akan senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur. Sehingga stabilitas menjaga s nilai tukar rupiah tetap terjaga," ujar Destry menegaskan.

Ia mengatakan seluruh mata uang di kawasan Asia Tenggara juga melemah hari ini. Namun mata uang rupiah mengalami pelemahan paling dalam diantara mata uang di kawasan.

Dolar Singapura tercatat turun 0,02 persen , ringgit Malaysia turun 0,09 persen. Lalu Peso Filipina turun 0,27 persen dan baht Thailand turun 0,08 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....