Perkuat Stabilisasi Rupiah dari Dampak Perang, BI Pertahankan Suku Bunga

  • 22 Apr 2026 20:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga atau BI Rate sebesar 4,75 persen untuk bulan April 2026. Begitu pula dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,5 persen
  • Keputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak perang
  • BI siap menempuh langkah penguatan lebih lanjut dalam kebijakan monneter apabila diperlukan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi dalam sasaran 2,5±1 persen

RRI.CO.ID, Jakarta – Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga atau BI Rate sebesar 4,75 persen untuk bulan April 2026. Begitu pula dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,5 persen.

“Keputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter. Upaya ini untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya perekonomian global akibat perang di Timur Tengah,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam keterangan hasil Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Menurut Perry, BI siap menempuh langkah penguatan lebih lanjut dalam kebijakan monneter apabila diperluka. Utamanya untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi dalam sasaran 2,5±1 persen tahun 2026 dan 2027.

Langkah lainnya yang dilakukan BI adalah memperkuat kebijakan makrorpudensial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui kebijakan ini, pertumbuhan ekonomi didorong dengan meningkatkan kredit ke sektor riil dengan tetap memperhatikan stabilitas sistem keuangan.

Di sisi lain, sistem pembayaran terus diarahkan untuk menopang kegiatan ekonomi, diantaranya dengan memperluas akseptasi pembayaran digital. Untuk itu BI juga memperkuat struktur industri sistem pembayaran, serta meningkatkan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran,

Para Analis Pasar Uang sudah memprakirakan bahwa BI masih akan mempertahankan BI Rate di bulan ini. Menurut Analis, Ibrahim Assuaibi, perkiraan itu berdasarkan tiga landasan utama.

Pertama, tekanan dari sisi eksternal. Pelaku pasar masih menakar dinamika perdamaiam AS-Iran dan risiko geopolitiknya.

Kedua, faktor inflasi energi yang disebabkan kenaikan harga BBM non-subsidi. Kenaikan akan memicu dampak rambatan terhadap ekspektasi inflasi, lonjakan biaya logistik, biaya produksi dan inflasi barang impor

Ketiga, kondisi makro ekonomi di dalam negeri dimana pelonggaran moneter sangat sulit dilakukan saat ini. Indeks Keyakinan Konsumen masih di level optimis (122,9) dan Purchasing Managers’ Index (PMI) juga di level ekspansi (50,1).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....