Siap-siap yang Mau Investasi, OJK, BEI, dan APRDI Gelar Pekan Reksa Dana
- 21 Apr 2026 17:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) akan menggelar Pekan Reksa Dana 2026. Sekaligus meluncurkan program PINTAR Reksa Dana dan kampanye #ReksaDanaAja
- Pekan Reksa Dana berlangsung tanggal 25 April-1 Mei 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI).
- Program PINTAR atau Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana, tambah Maulanan, bertujuan untuk lebih meningkatkan partisipasi masyarakat. Utamanya anak-anak muda
RRI.CO.ID, Jakarta - Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) akan menggelar Pekan Reksa Dana 2026. Sekaligus meluncurkan program PINTAR Reksa Dana dan kampanye #ReksaDanaAja.
Pekan Reksa Dana berlangsung tanggal 25 April-1 Mei 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan acara puncak berupa peluncuran PINTAR Reksa Dana dan kampanye #ReksaDanaAja digelar pada 27 April 2026.
"Program PINTAR Reksa Dana diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap produk reksa dana melalui berbagai medium. Baik secara luring maupun daring, serta membangun kebiasaan berinvestasi yang sehat dan berkelanjutan," kata Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional, Otoritas Jasa Keuangan, M. Maulana , dalam acara edukasi untuk wartawan mengenai Reksa Dana di gedung BEI, Jakarta, Senin 20 April 2026.
Program PINTAR atau Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana, tambah Maulana, bertujuan untuk lebih meningkatkan partisipasi masyarakat. Utamanya anak-anak muda, agar mereka mulai berinvestasi dengan membeli Reksa Dana.
Itulah sebabnya, OJK bekerja sama dengan APRDI membuat program PINTAR. Karena investasi dalam program ini bisa dimulai dengan jumlah yang kecil.
"Bisa mulai dari Rp10.000 bagi investor pemula, yang penting teratur setiap bulan. Ini juga untuk mendidik investor kita, supaya menjadi investor yang sehat dan berkelanjutan," ujar Maulana.
Sementara itu, Ketua Presidium APRDI , Lolita Liliana mengatakan, industri reksa dana tumbuh signifikan pada tahun 2025. "Ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional," ujar Lolita.
Moment itu, menurutnya harus dijaga dengan penguatan literasi dan inklusi. Khususnya di kalangan generasi muda yang saat ini mendominasi komposisi investor.
Berdasarkan data APRDI, dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) reksa dana tumbuh 35,06 persen tahun 2025. Jumlah mencapai Rp679,24 triliun, naik dari Rp502,92 triliun di tahun 2024.
Secara agregat, total dana kelolaan investasi berhasil melampaui tonggak penting Rp1.000 triliun, tepatnya Rp1.0007,65 triliun tahun 2025. Pertumbuhannya meningkat 25,19 persen dalam setahun, dan menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.
"Jumlah investor reksa dana juga terus mengalami peningkatan. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) sebanyak 19,2 juta SID tahun 2025," kata Lolita.
Jumlah tersebut meningkat 3,23 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebanyak 18,6 juta SID. "Menariknya, 54,24 persen investor berasal dari generasi muda dengan usia di bawah 30 tahun," ucap Lolita.
Upaya mendorong pertumbuhan industri reksa dana, juga dilakukan OJK dan APRDI dengan membentuk Satuan Tugas (Task Force). Satgas inilah yang akan mengkaji bagaimana pengembangan industri reksa dana dan pasar modal ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....