Dipicu Eskalasi Ketegangan di Selat Hormuz, IHSG Diprakirakan Masih Terkoreksi
- 21 Apr 2026 08:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih akan turun pada perdagangan hari ini, Senin 21 April 2026.
- IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 7.500-7.560 di level support dan 7.620-7.670 pada level resistansi
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan terkoreksi pada perdagangan hari ini, Selasa 21 April 2026. Pada perdagangan sehari sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,52 persen ke level 7.594.
"IHSG berpotensi turun lagi,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman. Menurut dia, IHSG akan bergerak pada rentang 7.500-7.560 di level support dan 7.620-7.670 di level resistansi.
Fanny menambahkan meski sebelumnya IHSG turun, tetapi modal asing mengalir masuk. Menurut dia, net buy (beli bersih) saham oleh investor asing tercatat sebesar Rp124 miliar.
Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BREN, TLKM, BRMS, BBCA, dan MDKA. Sementara itu, bursa saham global bergerak ditutup beragam pada Senin 20 April 2026.
Bursa efek Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup melemah seiring meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Indeks S&P 500 turun 0,24 persen, Nasdaq Composite drop 0,26 persen, dan Dow Jones Industrial Average merosot tipis 0,01 persen.
Menurut Fanny, pelaku pasar masih kesulitan memperkirakan skenario terburuk dari konflik AS-Iran. “Terutama setelah pasar modal sebelumnya pulih dari area koreksi hingga kembali ke level tertinggi sepanjang masa," ujarnya.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump, mengaku telah menembak dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Manuver ini dilakukan setelah Teheran menolak mengikuti pembicaraan damai putaran berikut yang rencananya berlangsung di Pakistan.
“Trump juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran jika negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan dengan AS,” kata Fanny. Sementara itu, masa gencatan senjata antara kedua negara dijadwalkan berakhir pekan ini.
Sementara itu, bursa efek Asia-Pasifik kompak menguat pada perdagangan Senin 20 April 2026. "Para investor masih terus mengawasi perkembangan di Timur Tengah dengan hati-hati karena konflik AS-Iran kembali tegang," ucap Fanny.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,44 persen dan Nikkei 225 Jepang naik 0,60 persen. Indeks S&P 200 Australia naik moderat 0,07 persen, sedangkan Hang Seng di Hong Kong menguat 0,77 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....