Pembiayaan Ekspor LPEI Capai Rp7,68 Triliun, PKE Trade Finance Jadi Andalan
- 17 Apr 2026 19:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melaksanakan sejak tahun 2025 melaksanakan program Penugasan Khusus Ekspor Trade Finance (PKE TFC)
- PKE TFC tugasnya memberikan fasilitas pembiayaan untuk perdagangan guna mendukung ekspor produk unggulan Indonesia.
- Realisasi penyaluran PKE TFC sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar Rp7,68 triliun
RRI.CO.ID, Gresik - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sejak tahun 2025 melaksanakan program Penugasan Khusus Ekspor Trade Finance (PKE TFC). Program ini bertugas memberikan fasilitas pembiayaan untuk perdagangan guna mendukung ekspor produk unggulan Indonesia.
"Hingga tahun 2025, para eksportir telah memanfaatkan fasilitas PKE Trade Finance dengan total limit mencapai Rp3,35 triliun. Adapun realisasi penyaluran sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar Rp7,68 triliun," kata Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI atau Indonesia Eximbank, Sulaeman dalam media visit di Kota Gresik, Jawa Timur, Jumat 17 April 2026.
Menurut Sulaeman, sektor makanan olahan merupakan sektor yang paling banyak memanfaatkan PKE Trade Finance. Porsinya mencapai 39 persen atau sebanyak 31 debitur.
"Selain memberikan dukungan finansial bagi pelaku usaha, PKE Trade Finance juga berperan dalam mendorong terciptanya dampak pembangunan. Sepanjang tahun 2025, penyaluran PKE Trade Finance telah berkontribusi terhadap penciptaan penghematan devisa sebesar Rp21,12 triliun," ujar Sulaeman.
Saat ini, program PKE Trade Finance menyasar 18 sektor industri dan komoditas. Diantaranya, produk karet, kopi, furnitur, alas kaki, makanan olahan, tekstil dan produk tekstil, perhiasan dan permata, teh dan rempah.
Produk lainnya yang juga dapat memanfaatkan fasilitas PKE Trade Finance adalah produk kayu, kerajinan, produk elektronik, produk kimia. Termasuk komponen otomotif, produk kulit, mesin dan peralatan listrik, besi dan baja, produk pertanian, serta produk kertas.
Salah satu perusahaan yang memanfaatkan fasilitas PKE Trade Finance dari LPEI adalah PT Mega Global Food Industry (Kokola Group). Perusahan yang memproduksi biskuit dan wafer asli Indonesia dan berskala ekspor, berlokasi di Gresik, Jawa Timur.

LPEI membantu proses transaksi ekspor perusahaan tersebut melalui fasilitas pembiayaan pra dan pasca pengapalan. Sehingga sebagai eksportir, Kokola Group, dapat menjaga arus kas perusahaan dan mendapatkan modal kerja untuk memproduksi barang.
Dengan demikian, perusahaan dapat melakukan ekspansi yang lebih agresif dan berkelanjutan. Hal tersebut sudah dibuktikan dengan ekspor produk biskuit dan wafer Kokola Group ke 55 negara, sepanjang 20 tahun perjalanan bisnisnya.
"Jangkauan pasarnya yang utama adalah Australia, Jepang, Korea Selatan dan Filipina. Selain itu, kami juga bermitra dengan lebih dari 100 supermarket di berbagai belahan negara," kata Direktur Kokola Group, Richard Cahyadi dalam acara media visit ke pabriknya.
Menurut Richard, capaian tersebut menunjukkan kemampuan produk Indonesia dalam memenuhi standar kualitas yang tinggi. Namun tetap kompetitif dari sisi harga kepada konsumen.
Richard juga mengatakan, operasional perusahaannya mengedepankan quality, cost, delivery dan service sebagai fondasi pertumbuhan. Kualitas, tegasnya, menjadi prasyarat utama untuk masuk ke pasar global.
Sedangkan efisiensi dan efektifitas menjadi kunci untuk memenangkan persaingan global dan menjaga keberlanjutan bisnis. Kebutuhan pembiayaan, tambah Richard, menjadi faktor penting dalam ekspor dan program PKE Trade Finance membantu mengatasi persoalan itu.
"Program PKE Trade Finance memberikan bantuan pembiayaan baik di awal maupun di akhir proses ekspor. Selain itu, ada fasilitas penjaminan yang memberikan rasa aman bagi eksportir," ujar Richard.
Richard mengatakan, tahun 2025 ekspor produk biskuitnya meningkat 28 persen. Ia berharap, dengan kondisi global yang menantang saat ini, ekspor masih bisa dipertahankan naik di atas 20 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....