Kinerja Dunia Usaha Triwulan I 2026 Terjaga, Ditopang Hari Besar Keagamaan
- 18 Apr 2026 00:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bank Indonesia (BI) merilis Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) untuk periode triwulan I 2026. Hasilnya mengindikasikan, kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 terjaga
- Terjaganya kinerja dunia usaha, tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11 persen
- responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan II 2026 meningkat dengan SBT sebesar 14,80 persen
RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Indonesia (BI) merilis Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) untuk periode triwulan I 2026. Hasilnya mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 masih terjaga.
"Terjaganya kinerja dunia usaha tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11 persen. Kinerja mayoritas lapangan usaha juga tercatat positif," kata Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono dikutip Jumat, 17 April 2026.
Lapangan usaha yang kinerjanya positif antara lain Jasa Keuangan, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, serta Industri Pengolahan. Ini termasuk lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, serta lapangan usaha reparasi mobil dan motor.
Berdasarkan hasil survei, perkembangan lapangan usaha tersebut sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat karena berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional. Pada periode tersebut berlangsung perayaan Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
"Selain itu, pada triwulan pertama tahun ini adalah dimulainya musim panen komoditas pertanian," ucap Anton. Sementara itu, kapasitas produksi terpakai pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 73,33 persen.
Berdasarkan data BI, kapasitas produksi tersebut meningkat dibandingkan triwulan IV 2025 sebesar 73,15 persen. Kenaikan kapasitas produksi ditopang lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan serta industri pengolahan.
Hasil survei BI juga menunjukkan keuangan dunia usaha dalam kondisi baik pada aspek likuiditas maupun rentabilitas. Akses kredit juga lebih mudah pada periode ini.
Selanjutnya, responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan II 2026 meningkat dengan SBT sebesar 14,80 persen. Peningkatan kegiatan usaha diprakirakan utamanya bersumber dari lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Lapangan usaha tersebut diperkirakan meningkat sejalan dengan berlanjutnya musim panen komoditas pangan. Kinerja lapangan usaha pertambangan dan penggalian juga diprakirakan meningkat didukung penurunan curah hujan yang mendorong aktivitas pertambangan.
"Responden juga memprakirakan lapangan usaha konstruksi, akan meningkat di triwulan II 2026. Peningkatannya ditopang oleh pengerjaan sejumlah proyek yang baru dimulai," ujar Anton.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....