OJK Dorong Literasi Keuangan lewat Pendidikan Formal
- 18 Apr 2026 09:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan literasi keuangan generasi muda melalui sistem pendidikan formal. Langkah ini dilakukan untuk membangun kesadaran dan ketahanan finansial sejak usia dini.
RRI.CO.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan literasi keuangan generasi muda melalui sistem pendidikan formal. Langkah ini dilakukan untuk membangun kesadaran dan ketahanan finansial sejak usia dini.
Upaya tersebut disampaikan dalam webinar internasional yang menjadi bagian dari peringatan Global Money Week 2026, Jumat, 17 April 2026. Kegiatan ini dilakukan secara virtual dengan mengangkat tema integrasi literasi keuangan dalam sistem pendidikan.
Kepala Eksekutif Pengawas Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda. Ia menyebut literasi menjadi bekal utama dalam membangun ketahanan finansial sejak dini.
“Literasi keuangan harus mampu diwujudkan menjadi kesehatan keuangan. Tidak hanya pengetahuan, tetapi juga ketahanan, kemampuan mengambil keputusan tepat, serta kesejahteraan keuangan jangka panjang, khususnya bagi generasi muda,” kata Dicky.
Ia menambahkan pendidikan memegang peran penting dalam membangun kapasitas keuangan sejak dini. Hal ini dilakukan melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan praktis.
“Dengan mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam sistem pendidikan formal dan kurikulum, kita membangun fondasi yang kuat. Upaya ini memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara regulator, pendidik, industri, dan komunitas,” katanya.
OJK juga menilai edukasi keuangan perlu diperluas di luar ruang kelas. Pendekatan ini dapat dilakukan melalui platform digital dan kampanye nasional.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan OECD/INFE, Magda Bianco, menyoroti pentingnya literasi keuangan di tengah perkembangan informasi. Ia menilai kemampuan ini penting untuk menghadapi peluang dan risiko yang semakin kompleks.
“Kemudahan akses informasi, hadirnya berbagai instrumen investasi baru, serta maraknya informasi investasi dari sumber yang tidak selalu kredibel. Ini menjadi peluang sekaligus risiko, sehingga kompetensi keuangan perlu dibangun sejak dini,” kata Magda.
Menurutnya, pendidikan keuangan sejak dini membantu memperkuat pemahaman hingga dewasa. Selain itu, langkah ini juga dapat mengurangi kesenjangan sosial ekonomi.
Magda menambahkan kompetensi keuangan dapat meningkatkan ketahanan individu dalam menghadapi risiko. Termasuk risiko penipuan, pengelolaan utang, hingga keputusan investasi.
Secara keseluruhan, peningkatan literasi keuangan berdampak luas bagi masyarakat. Hal ini juga mendukung stabilitas sistem keuangan dan pengurangan kesenjangan sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....