Perkuat Literasi Keuangan Anak Muda, PINTU Gandeng OJK dan Unpad
- 15 Apr 2026 10:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Platform investasi aset kripto, PT Pintu Kemana Saja (PINTU), menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Universitas Padjajaran (Unpad) untuk meningkatkan literasi keuangan kripto, bagi generasi muda.
- Inisiatif edukasi dan literasi itu dikemas dalam Pintu Goes to Campus bertajuk "Financial Literacy" yang dihadiri lebih dari 200 mahasiswa.
- Literasi keuangan sangat penting bagi kalangan mahasiswa, tidak terkecuali soal aset kripto dan investasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Platform investasi aset kripto, PT Pintu Kemana Saja (PINTU), menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Universitas Padjajaran (Unpad) untuk meningkatkan literasi keuangan. Khususnya aset kripto, bagi generasi muda.
Inisiatif edukasi dan literasi itu dikemas dalam Pintu Goes to Campus bertajuk "Financial Literacy" yang dihadiri lebih dari 200 mahasiswa. Kegiatan ini dihadiri berbagai kalangan, di antaranya Rektor Unpad Prof Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Djoko Kurnijanto.
Selain itu Guru Besar FEB Unpad Dian Masyita, serta SVP Strategy & Business PINTU Andy Putra, dan Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin. Rektor Unpad Prof Arief Sjamsulaksan Kartasasmita mengatakan, literasi keuangan sangat penting bagi kalangan mahasiswa, tidak terkecuali soal aset kripto dan investasi.
Saat ini, instrumen atau produk keuangan sangat beragam Sementara berbagai pemasalahan di sektor keuangan juga bervariasi.
"Pihak kampus sangat mendukung langkah edukasi dan literasi yang dilakukan berbagai pihak, termasuk PINTU. Mudah-mudahan hal ini dapat menjadi hal yang bermanfaat untuk kita mempersiapkan masa depan yang lebih baik," ujarnya seperti dikutip dalam keterangan resmi, Rabu, 15 April 2026.
Sementara, perwakilan OJK Djoko Kurnijanto mengingatkan mahasiswa soal literasi keuangan. Ia menyebut ada tantangan terkait aset kripro, yaitu masih adanya gap antara literasi dan inklusi.
Kondisi ini membuat OJK terus melakukan sejumlah langkah strategis agar masyarakat yang berinvestasi di aset kripto tidak sekadar ikut-ikutan atau FOMO. Menurutnya, filosofi investasi yang ada di OJK itu masih sangat relevan dengan yang ada kripto, yaitu perhatikan 2L: Legal dan Logis.
"Pastikan daftar aset keuangan digitalnya itu legal dan pastikan bertransaksi dengan exchange atau Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berlisensi dan diawasi oleh OJK. Pastikan pula aset tersebut logis jangan mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan pasti," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, CMO PINTU Timothius Martin menyoroti masa depan adopsi kripto. Saat ini, secara global ada sekitar 700 juta orang yang melakukan trading atau investasi aset kripto.
Sedangkan di Indonesia, jumlahnya mencapai 21 juta orang, sudah lebih besar dibandingkan jumlah investor saham. "Jadi memang masalahnya itu bukan adopsinya, yang menjadi tantangan adalah literasi dan edukasinya," ucap Timo.
Untuk itu, PINTU menggandeng berbagai pihak guna melakukan edukasi dan literasi ke kampus-kampus. Tujuannya agar bisa bersama-sama memberikan edukasi tentang aset kripto kepada generasi muda masa depan.
Termasuk mahasiswa agar bisa mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh sebelum mulai berinvestasi. Sebagai tambahan, seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi digital, industri kripto dalam negeri terus tumbuh.
Melansir data dari OJK per Februari 2026, jumlah investor aset kripto di Indonesia sebanyak 21,07 juta. Tren ini juga terjadi secara global.
Data World Economic Forum menyebut, sekitar 42 persen investor Gen Z kini memiliki aset kripto. Tren ini mencerminkan tingginya minat generasi muda terhadap instrumen investasi digital, termasuk kripto, sehingga penguatan literasi keuangan menjadi semakin relevan.
"Di tengah perkembangan industri yang cepat dan berbagai faktor global yang memengaruhi pasar, penting bagi generasi muda tidak hanya mengikuti tren. Namun, juga memahami investasi secara mendalam," kata Timo menandaskan. (rel)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....