OJK Terus Perkuat Ekosistem Pesantren lewat Literasi Keuangan Syariah

  • 15 Apr 2026 08:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan ekosistem pesantren melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan ekosistem pesantren melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Hal ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono.

Menurut dia, pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Sehingga, penguatan pesantren menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional.

“Ini tidak hanya berbicara mengenai kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk generasi ke depan,” ujarnya, Selasa 14 April 2026. “Merupakan sebuah kebersyukuran bagi kami semua ketika memiliki program yang berorientasi jangka panjang seperti ini.”

Dicky mengatakan ekosistem di sekitar pesantren seperti pertanian, peternakan, dan perikanan dapat terlibat dalam rantai pasok. Hal ini diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih kuat di masyarakat.

Selain itu, OJK juga berperan sebagai katalis dan fasilitator dalam membuka akses keuangan syariah. Melalui forum edukasi dan temu bisnis (FEBIS), pelaku usaha diperkenalkan pada berbagai produk pembiayaan serta dipertemukan langsung dengan lembaga keuangan.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyatakan dukungannya terhadap program OJK tersebut. Menurut dia, peningkatan kualitas sumber daya manusia di pesantren menjadi hal mendasar.

“Justru kami ingin meningkatkan kualitas manusia seutuhnya yang dididik dan dihasilkan oleh pesantren,” ujarnya. Menurut Gus Yahya, manusia yang unggul secara intelektual, rohaniah, dan fisik akan semakin unggul dengan program-program tersebut.

Melalui kegiatan ini, OJK juga mendorong peningkatan literasi keuangan syariah bagi santri. Selain itu, akses pembiayaan bagi pelaku usaha di lingkungan pesantren turut diperluas melalui skema business matching.

Menurut Dicky, iuaya ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. “Ini sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....