Rupiah Ditutup Menguat, Naik Tipis 4 Poin terhadap Dolar AS
- 16 Apr 2026 17:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini
- Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,03 persen atau 4 poin menjadi Rp17.138 per dolar AS
- Penguatan rupiah, menurut Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, karena ekspektasi pasar akan meredanya ketegangan AS-Iran
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,03 persen atau 4 poin menjadi Rp17.138 per dolar AS.
Penguatan rupiah, menurut Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, karena ekspektasi pasar akan meredanya ketegangan AS-Iran. Kedua negara yang berseteru itu disebut-sebut akan melanjutkan perundingan.
"Gedung Putih menyatakan optimis akan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran. Tapi juga memperingatkan peningkatan tekanan ekonomi terhadap Teheran jika tetap menentang," kata Ibrahim, Kamis, 16 April 2026.
Sementara Iran, menurut Reuters, disebut akan mempertimbangkan untuk mengizinkan kapal berlayar bebas melalui sisi Oman di Selat Hormuz. Tentu saja jika kesepakatan tercapai untuk mencegah konflik baru.
Sementara itu Kepala militer Pakistan melakukan kunjungan ke Teheran pada hari Rabu untuk mencoba mencegah terulangnya konflik. Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, Washington tidak akan membiarkan pembelian minyak Iran dan Rusia tanpa menghadapi sanksi AS.
Di dalam negeri, pasar mencermati perkembangan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia yang meningkat. Berdasarkan data Bank Indonesia, ULN Indonesia pada Februari 2026 sebesar USD437,9 miliar.
"Jumlah itu meningkat dibandingkan dibandingkan ULN bulan Januari sebesar USD434,9 miliar dolar," ucap Ibrahim. Secara tahunan, ULN Indonesia pada Februari 2026 tumbuh sebesar 2,5 persen.
Pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 1,7 persen secara tahunan. "Peningkatan posisi ULN terutama didorong oleh ULN sektor publik khususnya bank sentral," ucap Ibrahim.
ULN bank sentral meningkat seiring aliran masuk modal asing ke instrumen moneter. Utamanya dari instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....