IHSG Diperkirakan Melemah karena Investor Aksi Ambil Untung

  • 16 Apr 2026 07:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Edek Indonesia (BEI) diperkirakan akan melanjutkan pelemahan.
  • Hari ini IHSG akan bergerak pada rentang 7.786-7.843, sekaligus menguji area resistansinya.
  • Pergerakan IHSG akan kembali dipengaruhi aksi "profit taking".

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan pelemahannya pada Kamis 16 April 2026. Sehari sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,68 persen atau 52 poin ke level 7.623,59 karena tekanan jual saham.

“IHSG akan bergerak pada rentang 7.786-7.843, sekaligus menguji area resistansinya,” kata Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana. Sedangkan area koreksi terdekat, lanjut dia, berada pada rentang 7.457-7.578.

Menurut Heditya, pergerakan IHSG akan kembali dipengaruhi aksi profit taking (ambil untung). “Ini mengingat sudah lima hari berturut-turut IHSG mencatatkan penguatan,” ucapnya.

Faktor lain yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Serta pelemahan beberapa harga komoditas dunia seperti minyak dan emas.

Harga minyak dunia pada Rabu 15 April 2026 cenderung turun. Pasar masih mencermati kemungkinan negosiasi lanjutan antara Iran dan AS yang dimediasi Pakistan.

Harga minyak Brent berada di level USD94,93 per barel. Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) mencapai level USD91,29 per barel.

Harga emas dunia juga masih berfluktuasi, yaitu bergerak di kisaran USD4.700-USD4.800 per troi ons. Sedangkan harga emas Antam naik menjadi Rp2.893.000 per gram dan harga buyback Rp2.674.000 per gram.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....