IHSG Menguat 2,12 Persen pada Penutupan Sesi I, Tembus Level 7.660,75

  • 14 Apr 2026 12:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG menguat 2,12 persen pada penutupan sesi I perdangangan hari Selasa, 14 April 2026.
  • Pergerakan IHSG cenderung menuju arah positif hari ini, di tengah tekanan geopolitik usai AS blokade selat Hormuz.
  • Sebanyak 465 saham emiten melemah, 134 saham menguat, dan 147 lainnya stagnan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat memasuki pertengahan perdagangan pada Selasa, 14 April 2026. Sejak pembukaan pagi ini hingga penutupan sesi pertama, IHSG naik dari angka 7.598,79 ke level 7.660,75 atau 160,569 poin (2,12 persen).

Rencana blokade yang terjadi di wilayah Selat Hormuz oleh Amerika Serikat (AS) sebelumnya memicu fluktuasi harga energi secara global. Namun, IHSG bergerak melawan arus di teritori positif, didorong oleh kenaikan saham sektor energi (2,64%), barang baku (2,36%) dan sektor barang konsumen primer (2,3%), meskipun terjadi pelemahan pada sektor keuangan (1,31%).

VP of Equity Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, mengatakan indikator teknis menunjukkan tren penguatan. Aliran modal asing (inflow) sebesar Rp396 miliar di seluruh perdagangan menjadi motor penggerak utama pasar saat ini.

“Kami perkirakan IHSG bergerak mixed, cenderung menguat pada rentang level support 7.367 dan resistance 7.653,” ucapnya. Ini sejalan dengan Relative Strength Index (RSI) yang bergerak naik ke level 52 berkat capital inflow tersebut.

Lebih lanjut, Oktavianus menambahkan pembagian laba (dividen) menjadi daya tarik bagi investor. Keuntungan dari dividen tersebut direspons secara positif oleh pasar di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global sekarang.

Misalnya imbal hasil dividen dari Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) sebesar 6,9 persen. Kemudian Cisarua Mountain Dairy (CMRY) dan Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) masing-masing menawarkan 2,2-2,9 persen.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji juga mengatakan penguatan IHSG didorong oleh faktor sentimen domestik. "Mungkin itu lebih didorong oleh sentimen domestik yang mempengaruhi market, seperti penjualan retail Indonesia yang memang mengalami pertumbuhan di atas ekspektasi," kata Nafan.

Adapun sebanyak 465 saham emiten melemah pada perdagangan pagi ini. Sementara, 134 saham lainnya menguat dan 147 saham stagnan/tidak bergerak.

Sejumlah saham seperti Eagle High Plantations (BWPT) menjadi pilihan menarik untuk dikoleksi oleh para pelaku pasar modal domestik. Adaro Energy Indonesia (ADRO) juga menunjukkan pergerakan yang relatif stabil, dengan kisaran support di level Rp2.390 dan resistance hingga Rp2.600.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....