IHSG Naik, Simak Rekomendasi Saham ADRO, BWPT, dan NICL
- 14 Apr 2026 09:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke level 7.598, didorong inflow asing dan sentimen positif pasar.
- Rekomendasi saham trading buy meliputi Adaro Energy Indonesia (ADRO), Eagle High Plantations (BWPT), dan PAM Mineral (NICL).
- Kenaikan harga minyak global serta dividen menarik menjadi faktor utama minat investor di tengah ketidakpastian global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada level 7.598,8 atau naik 101,81 poin (1,36 persen) dibandingkan sebelumnya. VP of Equity Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi merekomendasikan strategi beli untuk perdagangan (trading buy) pada beberapa saham.
Oktavianus menyarankan strategi trading buy pada saham Adaro Energy Indonesia (ADRO) hari ini. Menurut dia, pergerakan harga ADRO akan relatif stabil, dengan kisaran support di level Rp2.390 dan resistance hingga Rp2.600.
Saham Eagle High Plantations (BWPT) juga menjadi pilihan menarik untuk dikoleksi oleh para pelaku pasar modal domestik. Analisis teknikal menunjukkan potensi penguatan harga menuju target batas atas pada level Rp156.
Selanjutnya, saham PAM Mineral (NICL) turut masuk ke dalam daftar pantauan prioritas bagi para investor ekuitas nasional. Saham NICL memiliki area batas bawah kuat di level Rp855 dengan target resistensi optimis pada level Rp1.085.
Sebelumnya, IHSG ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin, 13 April 2026. IHSG ditutup menguat 41,69 poin atau 0,56 persen ke level 7.500,18.
Oktavianus memperkirakan IHSG menguat pada Selasa, 14 April 2026. Pergerakan pasar modal diprediksi berada pada rentang level batas bawah (support) 7.367 dan batas atas (resistance) 7.653.
Ia menjelaskan bahwa indikator teknis menunjukkan tren penguatan pada hari ini. Aliran modal asing (inflow) sebesar Rp396 miliar di seluruh perdagangan menjadi motor penggerak utama pasar saat ini.
“IHSG kami perkirakan bergerak mixed cenderung menguat dalam rentang level support 7.367 dan resistance 7.653. Sejalan dengan Relative Strength Index (RSI) yang bergerak naik ke level 52, pasar didorong oleh inflow asing sebesar Rp396 miliar di seluruh perdagangan,” ujar Oktavianus saat dihubungi RRI.CO.ID di Jakarta, Selasa, 14 Maret 2026.
Sentimen pasar juga sangat dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dunia yang memicu fluktuasi harga energi secara global. Harga minyak mentah dunia bahkan telah menembus angka USD102 per barel.
Lonjakan harga minyak tersebut memberikan dampak positif secara langsung terhadap kinerja keuangan berbagai emiten sektor energi. Kondisi ini dipicu oleh penurunan tajam produksi akibat blokade yang terjadi di wilayah Selat Hormuz.
Oktavianus menyebutkan bahwa pembagian laba (dividen) menjadi daya tarik bagi investor. Keuntungan dari dividen tersebut direspon secara positif oleh pasar di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global sekarang.
Ia merinci imbal hasil dividen (dividend yield) dari perusahaan Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) sebesar 6,9 persen. Perusahaan Cisarua Mountain Dairy (CMRY) dan Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) masing-masing menawarkan 2,2-2,9 persen.
“Pasar akan dipengaruhi beberapa sentimen, tensi geopolitik yang masih tinggi akan mendorong fluktuasi harga energi. Terlihat juga output dari OPEC+ menunjukkan penurunan tajam paska selat Hormuz diblokade,” kata Oktavianus.
Selain itu, Bank OCBC NISP (NISP) serta Arwana Citramulia (ARNA) juga mencatatkan angka imbal hasil yang cukup signifikan. Investor cenderung mengincar saham-saham tersebut sebagai sumber penghasilan tetap di kala fluktuasi harga pasar sedang tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....