IHSG Naik ke Level 7.598 Didorong "Inflow" Asing hingga Rp396 Miliar
- 14 Apr 2026 09:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 7.598, didorong inflow asing sebesar Rp396 miliar.
- Penguatan pasar ditopang sentimen positif sektor energi seiring kenaikan harga minyak dunia di atas USD100 per barel.
- Saham energi dan dividen tinggi menjadi incaran investor di tengah ketidakpastian global dan tensi geopolitik.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa 14 April 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG berada di level 7.598,8 atau naik 101,81 poin (1,36 persen) dibandingkan sebelumnya.
Pada perdagangan Senin, 13 April 2026, IHSG ditutup di zona hijau. Yaitu naik 41,69 poin atau 0,56 persen ke level 7.500,18.
VP of Equity Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG akan menguat pada Selasa, 14 April 2026. Pergerakan pasar modal diprediksi berada pada rentang level batas bawah (support) 7.367 dan batas atas (resistance) 7.653.
Oktavianus mengatakan indikator teknis menunjukkan tren penguatan. Aliran modal asing (inflow) sebesar Rp396 miliar di seluruh perdagangan menjadi motor penggerak utama pasar saat ini.
“IHSG kami perkirakan IHSG bergerak mixed, cenderung menguat pada rentang level support 7.367 dan resistance 7.653,” ucapnya. Ini sejalan dengan Relative Strength Index (RSI) yang bergerak naik ke level 52 berkat capital inflow tersebut.
Sentimen pasar juga sangat dipengaruhi ketegangan geopolitik dunia yang memicu fluktuasi harga energi secara global. Harga minyak mentah dunia bahkan telah menembus angka USD102 per barel.
Kondisi tersebut dipicu oleh penurunan tajam produksi akibat blokade yang terjadi di wilayah Selat Hormuz. Namun, hal ini berdampak positif secara langsung terhadap kinerja keuangan berbagai emiten sektor energi.
Oktavianus menambahkan pembagian laba (dividen) menjadi daya tarik bagi investor. Keuntungan dari dividen tersebut direspons secara positif oleh pasar di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global sekarang.
Misalnya imbal hasil dividen dari Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) sebesar 6,9 persen. Kemudian Cisarua Mountain Dairy (CMRY) dan Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) masing-masing menawarkan 2,2-2,9 persen.
“Pasar akan dipengaruhi beberapa sentimen,” ujarnya. Tensi geopolitik yang masih tinggi akan mendorong fluktuasi harga energi.
Saham Bank OCBC NISP (NISP) dan Arwana Citramulia (ARNA) juga mencatatkan imbal hasil yang cukup signifikan. Investor cenderung mengincar saham-saham tersebut sebagai sumber penghasilan tetap di kala fluktuasi harga pasar sedang tinggi.
Oktavianus merekomendasikan strategi beli untuk perdagangan (trading buy) pada saham Adaro Energy Indonesia (ADRO) hari ini. Harga saham ADRO diprediksi bergerak stabil di area batas bawah Rp2.390 hingga batas atas mencapai level Rp2.600.
Saham Eagle High Plantations (BWPT) juga menjadi pilihan menarik untuk dikoleksi oleh para pelaku pasar modal domestik. Analisis teknikal menunjukkan potensi penguatan harga menuju target batas atas pada level Rp156.
Selanjutnya saham PAM Mineral (NICL) turut masuk ke dalam daftar pantauan prioritas bagi para investor ekuitas nasional. Saham NICL memiliki area batas bawah kuat di level Rp855 dengan target resistensi optimis pada level Rp1.085.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....